- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Jawa Barat mencapai 1820 Unit pada tahun 2024. Berdasarkan data historis 7 tahun terakhir, angka ini menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan setelah penurunan kecil pada tahun 2020. Dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 1768 Unit, terjadi penambahan sebanyak 52 Unit sekolah SMA sepanjang satu tahun terakhir. Sepanjang periode pengamatan, Jawa Barat secara konsisten menempati urutan pertama nasional untuk indikator jumlah sekolah SMA.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 75 Mesin Kantor dan Pengolah Data Periode 2020-2026)
Dari total 1820 Unit sekolah SMA tahun 2024, sebanyak 514 Unit merupakan sekolah negeri dan 1306 Unit merupakan sekolah swasta. Jumlah sekolah negeri tercatat stagnan 0% tidak mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara sekolah swasta tumbuh sebesar 4,1%. Secara proporsi, 71,8% seluruh sekolah SMA di Jawa Barat merupakan sekolah swasta, menjadikan sektor swasta sebagai penyelenggara terbesar layanan pendidikan menengah atas di wilayah ini.
Tercatat pada tahun 2023 terdapat 2.459.720 jiwa penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Jawa Barat. Angka ini mengalami penurunan bertahap dibandingkan 4 tahun lalu yang mencapai 2.515.100 jiwa pada tahun 2019. Selama periode pengamatan, Jawa Barat juga secara konsisten menempati urutan pertama nasional untuk jumlah penduduk usia SMA, yang berarti tekanan permintaan layanan pendidikan di wilayah ini merupakan yang tertinggi di seluruh Indonesia.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA12 Kota Depok | 2025)
Untuk tenaga pendidik, tercatat total guru SMA di Jawa Barat tahun 2024 mencapai 44.558 orang, tumbuh 3% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 43.256 orang. Terdapat 26.885 guru dan kepala sekolah di SMA negeri, sementara pada SMA swasta berjumlah 17.673 orang. Pertumbuhan tenaga pendidik di sekolah negeri tercatat 4,3% atau lebih tinggi empat kali lipat dibandingkan pertumbuhan tenaga pendidik di sekolah swasta yang hanya tumbuh 1,1% pada periode yang sama.
Pertumbuhan jumlah sekolah dan tenaga pendidik ini diiringi dengan peningkatan jumlah siswa SMA yang mencapai 842.760 orang pada 2024, atau tumbuh 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka Partisipasi Murni SMA juga tercatat mengalami lonjakan pertumbuhan 11% menjadi 67% pada proyeksi tahun 2025, yang menunjukkan perbaikan akses pendidikan menengah atas secara bertahap di Provinsi Jawa Barat.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |