Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah pada tahun 2024 mencapai 245947 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 41,2 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 174149 rupiah. Kenaikan ini terjadi dengan selisih nilai sebesar 71798 rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2025)
Sepanjang periode tujuh tahun data tercatat mulai tahun 2018, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun yang sangat tajam. Pada tahun 2019 angka pengeluaran turun lebih dari setengah dari tahun sebelumnya, lalu pada tahun 2020 terjadi lonjakan kenaikan sebesar 402,5 persen menjadi angka pengeluaran tertinggi sepanjang periode yaitu 461650 rupiah. Setelah tahun 2020 angka kembali turun secara berturut-turut sampai tahun 2022, sebelum kembali naik pada dua tahun terakhir.
Dari rincian pengeluaran, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menjadi pos terbesar pada kelompok aneka barang dan jasa dengan nilai 69488 rupiah per kapita per bulan. Setelah itu diikuti pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 48560 rupiah, perawatan sebesar 38689 rupiah, makanan jadi sebesar 28483 rupiah dan pengeluaran untuk kecantikan sebesar 3889 rupiah. Total pengeluaran aneka barang dan jasa ini menyumbang 23,4 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Deiyai pada tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah, pada tahun 2024 Kabupaten Deiyai menempati urutan ke enam dari delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 217 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, serta peringkat 26 untuk seluruh wilayah yang berada di Pulau Papua. Posisi peringkat ini tidak berubah dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Dari seluruh kabupaten di Papua Tengah, hanya tiga wilayah yang mencatatkan pertumbuhan positif pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Kabupaten Dogiyai mencatat pertumbuhan sebesar 52,9 persen, diikuti Kabupaten Deiyai 41,2 persen dan Kabupaten Paniai 67,3 persen. Lima kabupaten lain justru mencatatkan penurunan nilai pengeluaran pada kategori yang sama, dengan penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Puncak sebesar 35,4 persen.
Pengeluaran Makanan Masyarakat
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi Periode 2015-2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Deiyai pada tahun 2024 mencapai 631857 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kabupaten Deiyai pada urutan ke tujuh dari delapan kabupaten di Papua Tengah untuk kategori ini. Nilai pengeluaran makanan ini hampir tiga kali lipat lebih kecil dibandingkan pengeluaran makanan Kabupaten Puncak Jaya yang menempati urutan pertama provinsi dengan nilai 2153526 rupiah per kapita per bulan.
Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Deiyai mencatatkan nilai 419545 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini juga mengalami penurunan sebesar 23 persen dibandingkan tahun 2023, dengan posisi peringkat tetap berada di urutan ke enam se-Provinsi Papua Tengah. Penurunan ini menjadi yang terbesar kedua diantara seluruh kabupaten di provinsi ini, hanya lebih baik dibandingkan penurunan Kabupaten Intan Jaya yang mencapai 37,4 persen pada kategori yang sama.
Total Pengeluaran Keseluruhan Masyarakat
Total keseluruhan pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Deiyai pada tahun 2024 tercatat sebesar 1051402 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ke tujuh dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Hanya Kabupaten Paniai yang memiliki nilai total pengeluaran lebih rendah dibandingkan Kabupaten Deiyai pada tahun laporan ini, dengan selisih hampir 90 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.