PDB Paritas Daya Beli (PPP) Antigua dan Barbuda 2015 - 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Antigua dan Barbuda pada 2024 sebesar 1.91 Unit. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 1.84 Unit, serta melanjutkan tren positif setelah sempat stagnan di tahun 2022.
Secara historis, PDB PPP Antigua dan Barbuda mengalami fluktuasi. Sempat mencapai titik tertinggi pada 2015 dengan 2.2 Unit, kemudian mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah pada 2022 di angka 1.81 Unit. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Antigua dan Barbuda cukup rentan terhadap perubahan eksternal maupun internal.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Antigua dan Barbuda terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), pertumbuhan PDB PPP menunjukkan pemulihan yang signifikan. Dari kontraksi -0.33% pada 2022, tumbuh menjadi 1.27% pada 2023, dan melonjak menjadi 3.87% pada 2024. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir (2020-2024) yang tertekan oleh pandemi.
Jika dibandingkan dengan sepuluh tahun terakhir, penurunan tajam yang terjadi antara tahun 2017 hingga 2022 merupakan anomali. Penurunan ini sangat kontras dengan pertumbuhan stabil yang terlihat sebelum tahun 2017. Hal ini mengindikasikan adanya faktor signifikan yang mempengaruhi ekonomi negara tersebut pada periode tersebut.
Secara regional di Karibia, Antigua dan Barbuda menduduki peringkat ke-6 dalam hal PDB PPP pada 2024, tidak berubah dari tahun sebelumnya. Peringkat ini menempatkan Antigua dan Barbuda di tengah-tengah negara-negara Karibia lainnya. Peringkat pertama diduduki oleh Jamaika. Sedangkan Haiti berada di peringkat kedua dengan nilai 92.081, sangat kontras dengan Antigua dan Barbuda.
(Baca: Seminggu, Bitcoin Menguat 0,74%)
IMF memproyeksikan PDB PPP Antigua dan Barbuda akan terus meningkat hingga 2030, meskipun dengan tingkat pertumbuhan yang melambat. Proyeksi pertumbuhan dari 0.84% pada 2025 menjadi hanya 0.1% pada 2030 mengindikasikan perlunya kebijakan ekonomi yang lebih inovatif untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Proyeksi ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan data terakhir, meski dengan laju yang lebih lambat.
Secara keseluruhan, ekonomi Antigua dan Barbuda menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang solid setelah periode sulit. Meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi, proyeksi pertumbuhan yang positif memberikan harapan bagi stabilitas dan kemajuan ekonomi jangka panjang.