Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Provinsi Papua Selatan, jumlah desa dan kelurahan tercover sinyal 2G tipe EDGE serta GPRS pada tahun 2025 tercatat sejumlah 6 desa. Dari data historis dua tahun terakhir, terjadi penurunan sebesar 8 desa dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya mencapai 14 desa. Penurunan ini mencapai persentase turun 57,14 persen selama satu periode tahun. Tren data bergerak turun secara konsisten, dengan nilai tertinggi tercatat pada tahun 2024 dan nilai terendah sepanjang periode data yang tersedia terjadi tepat pada tahun 2025. Rata-rata cakupan selama dua periode tahun adalah 10 desa, dimana nilai tahun 2025 berada di bawah angka rata-rata tersebut.
(Baca: Statistik Tingkat Akses Rumah Tangga ke Jaringan Telepon Tetap Periode 2013-2024)
Untuk peringkat wilayah, Papua Selatan pada tahun 2024 menempati urutan ke 5 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Papua, serta berada di peringkat 29 secara nasional. Pada tahun 2025 posisi peringkat wilayah ini turun menjadi urutan ke 6 di Pulau Papua, serta turun tiga peringkat menjadi posisi 32 dari seluruh provinsi di Indonesia. Selama periode data yang tercatat, tidak ditemukan periode kenaikan cakupan sinyal 2G, seluruh pergerakan data menunjukkan penurunan. Data rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode mencatatkan angka negatif sebesar 57,14 persen per tahun.
Banten
Provinsi Banten mencatatkan jumlah cakupan sinyal 2G pada tahun terakhir sebesar 12 desa, dengan penurunan sebesar 12 desa dibandingkan periode sebelumnya. Persentase penurunan mencapai 50 persen, menempatkan provinsi ini pada peringkat ke 3 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 29 secara nasional. Nilai cakupan Banten ini dua kali lebih besar dibandingkan angka yang tercatat untuk Papua Selatan pada periode yang sama. Penurunan yang dialami Banten masih lebih kecil secara persentase dibandingkan penurunan yang terjadi di Papua Selatan.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya tercatat memiliki 11 desa yang tercover sinyal 2G pada tahun terakhir, mengalami penurunan sebesar 3 desa dengan persentase penurunan 21,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi ini berada di peringkat ke 5 wilayah Pulau Papua dan peringkat 30 secara nasional, satu peringkat di atas posisi Papua Selatan. Nilai cakupan wilayah ini hampir dua kali lipat dibandingkan cakupan yang dimiliki Papua Selatan pada periode tahun 2025. Persentase penurunan wilayah ini juga jauh lebih kecil dibandingkan penurunan yang dialami Papua Selatan.
Kepulauan Riau
(Baca: Statistik Panjang Jalan Provinsi Periode 2013-2024)
Kepulauan Riau mencatatkan 10 desa tercover sinyal 2G pada tahun 2025, mengalami penurunan sebesar 2 desa atau setara 16,67 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat ke 9 Pulau Sumatera serta peringkat 31 secara nasional, masih satu peringkat di atas posisi Papua Selatan. Nilai cakupan wilayah ini sebesar 10 desa, masih di atas angka rata-rata periode dua tahun Papua Selatan. Penurunan persentase wilayah ini merupakan yang terkecil diantara seluruh enam provinsi yang diperbandingkan dalam data ini.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai cakupan sinyal 2G sebesar 6 desa pada tahun terakhir, sama persis dengan nilai yang tercatat untuk Provinsi Papua Selatan. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 2 desa atau setara 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke 2 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 32 secara nasional sejajar dengan Papua Selatan. Persentase penurunan yang dialami wilayah ini masih lebih baik dibandingkan penurunan 57,14 persen yang terjadi di Papua Selatan pada periode yang sama.
Jawa Barat
Jawa Barat tercatat memiliki 3 desa yang tercover sinyal 2G pada tahun 2025, tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pertumbuhan tercatat 0 persen. Wilayah ini berada di peringkat ke 4 Pulau Jawa serta peringkat 34 secara nasional, dua peringkat di bawah posisi Papua Selatan. Nilai cakupan wilayah ini hanya setengah dari nilai yang dimiliki Papua Selatan pada periode yang sama. Satu-satunya wilayah dari seluruh daftar perbandingan yang tidak mengalami penurunan cakupan sinyal 2G pada tahun terakhir.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatatkan nilai cakupan sinyal 2G terendah dari seluruh provinsi yang diperbandingkan, yaitu hanya sebesar 1 desa pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3 desa atau setara 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan penurunan persentase terbesar diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. DI Yogyakarta berada di peringkat ke 5 Pulau Jawa serta peringkat paling bawah yaitu 35 secara nasional, tiga peringkat di bawah posisi Papua Selatan.