Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester tahun 2025 untuk Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Persentase penduduk miskin mencapai 4,17 persen, naik 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.130 jiwa, dengan pertumbuhan 12,72 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk wilayah ini saat ini berjumlah 219.070 jiwa.
(Baca: Statistik Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Periode 2013-2026)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 8,92 persen. Nilai terendah persentase kemiskinan tercatat pada tahun 2023 sebesar 3,11 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2024 sebesar 20,26 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2007 sebesar minus 24,27 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bangka Selatan secara nasional tahun 2025 berada di urutan 471 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Selama kurun 20 tahun terakhir, peringkat nasional wilayah ini pernah mencapai posisi terbaik 503 pada tahun 2023, sebelum bergeser turun ke peringkat 471 di tahun ini. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 3,67 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 3,39 persen.
Kabupaten Bangka
Berada di peringkat 440 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 4,71 persen dengan pertumbuhan 11,08 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.580 jiwa dari total penduduk 352.225 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 734,58 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 63,27 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini mencapai 4,28 persen.
(Baca: 22,47% Penduduk di Kabupaten Nias Barat Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Belitung
Peringkat 352 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,44 persen dengan pertumbuhan 5,4 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.760 jiwa dari total 198.149 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 937,76 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadikannya salah satu yang tertinggi di provinsi. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 78,75 juta rupiah per tahun.
Kota Pangkal Pinang
Berada di urutan 449 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 4,50 persen dengan pertumbuhan 11,39 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.990 jiwa, dengan total penduduk 222.058 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 956,99 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi tertinggi di provinsi. Pendapatan per kapita masyarakat 87,21 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan penduduk yang mencatatkan penurunan sebesar 8,35 persen.
Kabupaten Bangka Barat
Menempati peringkat 504 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 2,92 persen dengan pertumbuhan 12,74 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.510 jiwa dari total 222.788 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 731,20 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 97,86 juta rupiah per tahun, menjadi nilai tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi.