Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Natuna tahun 2025 mencapai 51584 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 35,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 80478 rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini menjadi yang terbesar sepanjang periode pencatatan sejak tahun 2018 untuk wilayah tersebut.
Sepanjang 8 tahun pencatatan, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Natuna mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 48770 rupiah, kemudian naik secara berturut-turut hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Setelah itu terjadi penurunan tajam pada tahun 2025, bahkan hampir kembali ke level pengeluaran pada tahun 2018. Nilai pengeluaran tahun 2025 ini juga lebih rendah 12 persen dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir wilayah tersebut.
(Baca: Inflasi Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kabupaten Tanah Laut Juli 2026 Sebesar 0,09%)
Jika dibandingkan dengan posisi wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Natuna berada di urutan ke 7 dari total 7 kabupaten dan kota pada tahun 2025. Di atasnya berturut-turut adalah Kota Batam dengan pengeluaran 143563 rupiah, Kabupaten Karimun 103168 rupiah, Kota Tanjung Pinang 76370 rupiah, Kabupaten Kepulauan Anambas 74063 rupiah, Kabupaten Bintan 64045 rupiah dan Kabupaten Lingga 51743 rupiah. Posisi ranking ini sama persis dengan ranking tahun sebelumnya.
Untuk kategori pengeluaran total bukan makanan per kapita per bulan, Kabupaten Natuna tercatat mencapai 747656 rupiah pada tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini di urutan ke 6 dari seluruh kabupaten kota di Kepulauan Riau. Sementara untuk pengeluaran total makanan, Kabupaten Natuna mencatat 715764 rupiah per kapita per bulan dengan penurunan 13,9 persen dan berada di urutan terbawah provinsi.
Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Natuna hanya menyumbang sekitar 6,9 persen dari total pengeluaran bukan makanan per kapita. Angka ini juga hanya sebesar 31 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi, dan 93 persen dari rata-rata pengeluaran kecantikan umum masyarakat wilayah tersebut. Sementara itu pengeluaran untuk makanan jadi masyarakat Natuna tiga kali lebih besar dibandingkan alokasi anggaran untuk perawatan kulit setiap bulannya.
Kota Batam
Kota Batam secara konsisten menempati urutan pertama seluruh kategori pengeluaran di Provinsi Kepulauan Riau. Pada tahun 2025, wilayah ini mencatat pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 3118921 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 18,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk perawatan kulit, Kota Batam mencatat pengeluaran 143563 rupiah, hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 3,3 persen dari tahun 2024, tetap menjadi yang tertinggi di seluruh wilayah provinsi.
(Baca: Persentase Desa dengan Kondisi Sinyal Telepon Kuat di DI Yogyakarta | 2025)
Kabupaten Karimun
Kabupaten Karimun menjadi satu-satunya wilayah di Kepulauan Riau yang mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit tertinggi pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat peningkatan sebesar 24,9 persen menjadi 103168 rupiah per kapita per bulan, menguatkan posisinya di urutan kedua provinsi. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Karimun juga berhasil mencatat pertumbuhan 32,6 persen menjadi 2193659 rupiah, tetap berada di urutan ketiga di bawah Kota Tanjung Pinang.
Kota Tanjung Pinang
Kota Tanjung Pinang menempati urutan kedua untuk total pengeluaran masyarakat seluruh kategori. Pada tahun 2025 wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita mencapai 2344470 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori perawatan kulit, wilayah ini mencatat pengeluaran 76370 rupiah dengan pertumbuhan 9,6 persen, tetap mempertahankan posisi urutan ketiga di lingkup provinsi Kepulauan Riau.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Kepulauan Anambas secara konsisten berada di urutan keempat untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2025 wilayah ini mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 74063 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 5,2 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini hanya tumbuh 0,6 persen menjadi 2006626 rupiah, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan ekonomi konsumsi terendah di seluruh provinsi.