Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa dengan sinyal telepon kuat di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada tahun 2025 sebesar 60 Persen. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 8 poin atau 11,76 persen dibandingkan tahun 2024 yang sempat mencapai rekor tertinggi 68 Persen dalam rentang data 2018-2025. Secara tren keseluruhan sejak 2018, data menunjukkan pergerakan naik dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 0,91 persen, meski terjadi fluktuasi dengan 3 periode kenaikan dan 2 periode penurunan selama 6 tahun pengamatan.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 341.65 Pound (Senin, 24 Agustus 2026))
Sepanjang sejarah data, kenaikan tertinggi terjadi pada periode 2023 ke 2024 dengan pertumbuhan 10,87 persen atau penambahan 6,67 poin nilai. Sementara penurunan terbesar tercatat tepat pada periode terakhir 2024 ke 2025. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 1,21 persen, sedikit lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang berada di angka 1,2171 persen. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada di bawah rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 60,89 Persen.
Dari sisi peringkat, pada tahun 2025 Kabupaten Bantul menempati urutan 64 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, dan urutan 224 secara nasional. Posisi ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang sempat berada di peringkat 47 Pulau Jawa dan peringkat 102 nasional. Penurunan peringkat ini terjadi seiring dengan anjloknya nilai persentase sinyal kuat pada tahun 2025 setelah satu tahun sebelumnya mencatat capaian terbaik dalam sejarah pengamatan.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60,45 Persen pada tahun terakhir, menempati peringkat 82 di Pulau Sumatera dan 221 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penambahan nilai sebesar 5,97 poin. Capaian ini membuat Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi wilayah dengan pertumbuhan terbaik di kelompok perbandingan, sekaligus menempati urutan teratas nilai pada tahun terakhir dibanding lima kabupaten lain pada grup data perbandingan.
Kabupaten Bireuen
Kabupaten Bireuen tercatat memiliki nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60,43 Persen, menempati peringkat 83 Pulau Sumatera dan 222 nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 16,74 persen atau 12,15 poin dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh wilayah pada grup perbandingan. Nilai tahun terakhir ini hanya terpaut 0,02 poin di bawah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, namun peringkat terpaut satu tingkat akibat selisih nilai yang sangat kecil tersebut.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Kerinci Bulan Juli Naik 0,27%)
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar mencatatkan nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60,4 Persen, berada di peringkat 84 Pulau Sumatera dan peringkat 223 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,03 persen dengan selisih nilai sebesar 3,2 poin dibandingkan periode tahun sebelumnya. Nilai tahun terakhir wilayah ini terpaut 0,03 poin dari Kabupaten Bireuen, menjadikan tiga kabupaten teratas pada grup ini memiliki selisih nilai total kurang dari 0,05 poin yang menunjukkan persaingan peringkat yang sangat ketat.
Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar tercatat memiliki nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60 Persen, menempati peringkat 85 di Pulau Sumatera dan peringkat 224 secara nasional. Wilayah ini tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen. Nilai ini sama persis dengan capaian Kabupaten Bantul DI Yogyakarta pada tahun 2025, serta menjadikan wilayah ini menempati kelompok peringkat terbawah bersama dua kabupaten lain pada grup perbandingan.
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu mencatatkan nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60 Persen, berada di peringkat 85 Pulau Sumatera dan peringkat 224 secara nasional bersama dua wilayah lainnya. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,14 persen dengan selisih nilai 0,69 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, nilai akhir wilayah ini tetap sama dengan Kabupaten Tanah Datar sehingga menempati peringkat yang identik pada tingkat pulau maupun nasional.
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tengah tercatat memiliki nilai persentase desa sinyal telepon kuat sebesar 60 Persen, menempati peringkat 85 Pulau Sumatera dan peringkat 224 secara nasional. Wilayah ini tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen. Tiga kabupaten terakhir pada grup perbandingan ini memiliki nilai yang identik, yang mana juga sama persis dengan capaian Kabupaten Bantul DI Yogyakarta pada tahun pengamatan 2025.