Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Tangerang Selatan menunjukkan tren positif pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka sebesar Rp730.447 per kapita per bulan, meningkat 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat terhadap berbagai kebutuhan selain makanan.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total masyarakat, aneka barang dan jasa memegang peranan cukup signifikan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi mencapai Rp361.904, menunjukkan bahwa kebutuhan primer tetap menjadi prioritas. Namun, pengeluaran untuk kebutuhan sekunder seperti kecantikan (Rp59.617), perawatan (Rp157.771), dan sabun mandi (Rp124.871) juga menunjukkan angka yang tidak bisa diabaikan. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau tercatat sebesar Rp152.739.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kota Pekalongan 2018 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Tangerang Selatan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2019, terjadi penurunan signifikan sebesar 25,1%, namun kemudian kembali naik 3,8% pada tahun 2020. Sempat naik lagi sebesar 25,1% pada tahun 2021, kemudian turun 7,5% pada tahun 2022. Terakhir, pada tahun 2023 dan 2024, pengeluaran ini terus tumbuh masing-masing sebesar 9,3% dan 9,8%. Angka tertinggi pengeluaran terjadi pada tahun 2024.
Secara regional, Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat pertama dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Provinsi Banten pada tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, kota ini berada di peringkat ke-7, dan secara nasional juga menempati posisi ke-7. Peringkat ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kota Tangerang Selatan tergolong tinggi dibandingkan wilayah lain. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten, terlihat perbedaan yang cukup signifikan. Kota Tangerang memiliki nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar Rp555.565, dengan penurunan 24,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Cilegon mencatatkan angka Rp457.360 dengan pertumbuhan 16,2%. Kabupaten Tangerang memiliki pengeluaran Rp291.897 dengan pertumbuhan 6,7%. Sementara itu, Kota Serang mencatatkan Rp283.328 dengan penurunan 1,7%, dan Kabupaten Serang sebesar Rp258.075 dengan pertumbuhan 9,9%. Kabupaten Lebak memiliki angka Rp178.501 dengan penurunan 1,5% dan Kabupaten Pandeglang mencatatkan Rp164.630 dengan penurunan 7,6%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Barat 2015 - 2024)
Kota Tanggerang
Kota Tanggerang mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.387.888 pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya, yang sebesar Rp1.283.630,42. Dengan angka ini, Kota Tanggerang menempati peringkat pertama se-kabupaten/kota di Provinsi Banten. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Tanggerang mencapai Rp2.535.589 pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski terjadi penurunan, Kota Tanggerang tetap menduduki peringkat pertama dalam kategori ini di Provinsi Banten.
Kota Cilegon
Kota Cilegon menunjukkan performa yang solid dalam pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan dengan angka mencapai Rp1.107.904 pada tahun 2024. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 38,4% dibandingkan tahun sebelumnya menempatkan Kota Cilegon pada peringkat kedua se-Provinsi Banten. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Cilegon adalah Rp2.014.801, sedikit turun sebesar 2,2% dari tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisinya di peringkat kedua se-Provinsi Banten. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Cilegon mencapai Rp906.897, mengalami pertumbuhan sebesar 13,5%.
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp744.608 pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menempatkan kabupaten ini pada peringkat ketiga se-Provinsi Banten. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.577.849, sedikit mengalami penurunan sebesar 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisinya di peringkat ketiga di antara kabupaten/kota di Provinsi Banten. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Tangerang mencapai Rp833.240.
Kota Serang
Kota Serang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp722.752 pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkan kota ini di peringkat keempat se-Provinsi Banten. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Serang mencapai Rp1.531.183, mengalami penurunan sebesar 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Kota Serang tetap menduduki peringkat keempat dalam kategori ini di Provinsi Banten. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Serang mencapai Rp808.432.