Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Pekalongan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp65.677 per kapita per bulan. Terjadi peningkatan sebesar 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya pertumbuhan minat masyarakat terhadap perawatan kulit. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Perkembangan pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Pekalongan cenderung fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Sempat mengalami kenaikan signifikan sebesar 35,8% pada tahun 2021, namun kemudian mengalami penurunan pada tahun 2022 dan 2023. Meski demikian, pada tahun 2024 kembali menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang cukup baik.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Barat 2015 - 2024)
Secara keseluruhan, pengeluaran masyarakat Kota Pekalongan untuk perawatan kulit masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp289.057. Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan secara umum yang sebesar Rp34.422, pengeluaran untuk perawatan kulit menunjukkan porsi yang cukup signifikan.
Berdasarkan data perbandingan, pada tahun 2024, Kota Pekalongan berada di peringkat 9 untuk pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan secara nasional, Kota Pekalongan menempati peringkat 170. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Pekalongan terhadap perawatan kulit masih perlu ditingkatkan dibandingkan dengan wilayah lain.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, Kota Semarang menunjukkan angka pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit pada tahun 2024, yaitu Rp95.594 dengan pertumbuhan 28,8%. Diikuti oleh Kota Magelang dengan Rp95.520 dan pertumbuhan 9,4%, serta Kota Surakarta dengan Rp88.833 dan pertumbuhan 29,4%. Sementara itu, Kabupaten Purbalingga memiliki pengeluaran terendah yaitu Rp32.769 dengan penurunan -21.7%.
Pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit di Kota Pekalongan terjadi pada tahun 2021 dengan nilai Rp78.185. Anomali terjadi pada tahun 2022 dan 2023 yang mana pengeluaran untuk perawatan kulit mengalami penurunan. Namun demikian, pada tahun 2024 pengeluaran kembali meningkat.
(Baca: Indeks Inklusi Keuangan Periode 2016-2022)
Kota Semarang
Berdasarkan data historis, Kota Semarang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.322.997 pada tahun 2024, meningkat 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Kota Semarang pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp914.785, menunjukkan pertumbuhan sebesar 14,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Salatiga
Kota Salatiga menunjukkan dinamika yang berbeda. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tercatat sebesar Rp1.315.195 pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 14,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Kota Salatiga tetap berada di peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga mengalami penurunan sebesar 5,5% menjadi Rp811.317.
Kota Surakarta
Kota Surakarta mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp942.391 pada tahun 2024, turun 3,7% dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran untuk makanan juga sedikit turun menjadi Rp759.788 atau -0,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Kota Surakarta tetap menjadi salah satu kota dengan pengeluaran tertinggi di Jawa Tengah.
Kota Tegal
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Tegal tercatat sebesar Rp740.172 pada tahun 2024, naik 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan, yaitu 11,7% menjadi Rp749.532. Kenaikan ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat Kota Tegal.