- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Jerman tahun 2024 berada di angka 0,72 unit. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 0,7 persen dibanding tahun 2023, mengakhiri tren penurunan bertahap yang terjadi sejak tahun 2015 hingga menyentuh titik terendah pada tahun 2021 di angka 0,70 unit. Selama tiga tahun terakhir 2022-2024, nilai indikator ini bergerak dari 0,70, naik menjadi 0,71 pada 2023 kemudian 0,72 pada 2024, menunjukkan pemulihan bertahap yang konsisten.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Saint VIncent dan Grenadines 2024)
International Monetary Fund (IMF) mencatat rata-rata nilai PDB PPP Jerman selama tiga tahun terakhir sebesar 0,71 unit, lebih rendah 3,3 persen dibanding rata-rata lima tahun sebelumnya periode 2017-2021 yang berada di angka 0,726 unit. Hal ini menunjukkan periode lima tahun lalu masih mencatatkan kinerja yang lebih baik, sebelum terjadi kontraksi ekonomi pada masa pandemi yang menekan nilai indikator ini selama dua tahun berturut-turut. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai indikator ekonomi secara berturut-turut tanpa kenaikan sama sekali selama periode tersebut.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Jerman terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
International Monetary Fund (IMF) mencatat selama kurun waktu 10 tahun terakhir 2015-2024, nilai tertinggi PDB PPP Jerman tercatat pada tahun 2016 di angka 0,75 unit, sedangkan titik terendah terjadi pada tahun 2021 dan 2022 di angka 0,70 unit. Anomali terjadi pada tahun 2020, dimana penurunan sebesar 1,53 persen terjadi secara mendadak melebihi rata-rata penurunan tahunan 10 tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,28 persen. Kejadian ini sejalan dengan krisis ekonomi global akibat pembatasan kegiatan masa pandemi.
International Monetary Fund (IMF) mencatat peringkat PDB PPP Jerman di kawasan Eropa pada tahun 2024 bertahan di posisi 21, sama seperti posisi pada tahun 2023. Peringkat ini sempat membaik menjadi posisi 20 pada tahun 2020, namun kembali turun ke posisi 22 pada tahun 2022 sebelum kembali naik satu peringkat hingga posisi saat ini. Selama 10 tahun terakhir, peringkat Jerman hanya bergerak pada kisaran 20 hingga 22, tanpa perubahan signifikan di antara negara Eropa lain.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Armenia 2024)
International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi PDB PPP Jerman untuk periode 2025 hingga 2030. Angka proyeksi menunjukkan akan terjadi penurunan kecil menjadi 0,715 unit pada 2025 dan 0,714 unit pada 2026, sebelum kembali naik perlahan hingga menyentuh 0,721 unit pada tahun 2030. Berdasarkan proyeksi ini, kondisi ekonomi Jerman tidak akan mengalami perbaikan signifikan dalam lima tahun ke depan, dengan nilai indikator yang hanya bergerak datar pada kisaran 0,71 hingga 0,72 unit.
International Monetary Fund (IMF) mencatat dari seluruh negara yang tercatat di kawasan Eropa, Kosovo menempati posisi terendah peringkat PDB PPP dengan nilai 0,342 unit. Nilai PDB PPP Jerman tahun 2024 lebih tinggi 110 persen dibanding nilai Kosovo sebagai negara terendah. Sementara itu negara dengan peringkat teratas di kawasan Eropa adalah Islandia, yang memiliki nilai indikator lebih tinggi 211 persen dibandingkan Jerman pada tahun yang sama.
Selama tiga tahun pemulihan pasca pandemi, pertumbuhan PDB PPP Jerman bergerak sangat lambat dengan rata-rata kenaikan hanya 1,05 persen per tahun. Tidak ada tanda-tanda akselerasi pertumbuhan yang signifikan baik dari data historis tiga tahun terakhir maupun proyeksi enam tahun ke depan. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Jerman saat ini berada dalam fase stabilisasi jangka panjang, tanpa dorongan pertumbuhan yang cukup kuat untuk kembali ke level kinerja sebelum tahun 2019.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.828 | -0.14 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |