- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Armenia yang menunjukkan nilai 146,21 unit pada tahun 2024. Angka ini mencatatkan kontraksi sebesar 1,28 persen dibanding tahun 2023, yang berarti aktivitas ekonomi yang diukur dengan daya beli riil penduduk mengalami penurunan setelah sebelumnya juga mencatatkan penurunan 0,91 persen pada tahun sebelumnya.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Slovenia 2024)
Jika diamati tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Armenia hanya sebesar minus 0,45 persen. Angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,62 persen, serta menandakan terjadinya perlambatan ekonomi yang konsisten sejak akhir masa pemulihan pasca pandemi.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Armenia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Armenia terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan 4,44 persen yaitu saat pemulihan awal pasca pembatasan pandemi. Sementara penurunan terburuk tercatat pada tahun 2019 sebesar minus 6,28 persen, dan anomali terjadi dimana dalam kurun 10 tahun terakhir, baru kali ini terjadi penurunan beruntun selama dua tahun penuh secara berturut-turut.
Dari sisi peringkat regional Asia, Armenia mengalami penurunan peringkat dari posisi 4 yang dipertahankan secara konsisten selama 8 tahun berturut-turut sejak 2015 hingga 2022. Mulai tahun 2023 posisi turun menjadi peringkat 5, dan posisi ini tetap dipertahankan pada data tahun 2024 tanpa adanya perbaikan peringkat.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Honduras 2024)
Data proyeksi IMF menunjukkan bahwa kontraksi akan masih berlanjut sangat tipis pada tahun 2025 sebesar minus 0,1 persen sebelum akhirnya kembali ke jalur pertumbuhan positif mulai tahun 2026. Meskipun kembali positif, tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan maksimal hanya menyentuh 1,15 persen sampai tahun 2030, atau tidak kembali ke tingkat pertumbuhan sebelum tahun 2022.
Dibandingkan negara lain di kawasan Asia, Armenia berada jauh dibawah negara dengan pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir yaitu Uzbekistan yang mencatatkan rata-rata pertumbuhan di atas 10 persen. Bahkan posisi peringkat Armenia saat ini juga tertinggal dibawah Kazakhstan yang berhasil menempati peringkat 4 kawasan Asia menggeser posisi Armenia sejak tahun 2023.
Secara keseluruhan kondisi ekonomi berdasarkan PDB PPP Armenia tahun 2024 menunjukkan periode perlambatan yang sedang berjalan. Meskipun proyeksi menunjukkan pemulihan lambat setelah 2025, tidak ada indikasi bahwa perekonomian akan kembali ke tingkat daya beli penduduk yang sama seperti yang dicapai pada tahun 2018 dalam kurun waktu 6 tahun ke depan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.868 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |