- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Armenia tahun 2024 berada di angka 146,21 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,28 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi tahun kedua berturut-turut Armenia mencatat kontraksi pertumbuhan PDB PPP. Kontraksi di sini berarti nilai output ekonomi seluruh negara dihitung berdasarkan daya beli riil masyarakat mengalami pengecilan nilai riil, bukan hanya penurunan angka nominal mata uang saja.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMA Sektor Industri Kimia dan Farmasi Periode 2013-2025)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Armenia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama tiga tahun terakhir 2022 hingga 2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Armenia hanya minus 0,45 persen. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020 hingga 2024 yang tercatat sebesar minus 0,14 persen, dan bahkan sangat tertinggal dibandingkan rata-rata 10 tahun terakhir yang masih mencatat pertumbuhan positif tipis 0,32 persen per tahun.
Dari catatan 10 tahun historis, titik tertinggi nilai PDB PPP Armenia terjadi pada tahun 2018 dengan angka 157,38 unit. Sementara titik terendah sepanjang periode tersebut tercatat pada tahun 2020 di angka 141,94 unit, saat anomali pandemi global menyebabkan kontraksi mendalam setelah sebelumnya pada 2019 sudah terjadi penurunan terbesar sepanjang catatan yaitu 6,28 persen.
Secara peringkat regional Asia, Armenia turun satu peringkat dari posisi 4 pada tahun 2022 menjadi posisi 5 sejak tahun 2023 hingga saat ini di 2024. Peringkat ini tidak berubah sepanjang satu tahun terakhir, menunjukkan tidak ada perbaikan posisi relatif ekonomi Armenia dibandingkan negara lain di kawasan yang sama.
Jika dibandingkan negara lain di kawasan, posisi pertumbuhan tiga tahun terakhir Armenia hanya lebih baik dari Azerbaijan, Tiongkok, Timor Timur dan Makau yang mencatat kinerja pertumbuhan lebih buruk. Dari seluruh 24 negara di data regional, posisi nilai PDB PPP Armenia saat ini tetap bertahan di urutan 5.
Untuk periode ke depan, IMF memproyeksikan penurunan tipis kembali pada 2025 sebesar 0,1 persen sebelum akhirnya kembali memasuki jalur pertumbuhan positif mulai tahun 2026. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi tidak akan memburuk secara signifikan, namun juga belum akan kembali ke level nilai PDB PPP tertinggi 2018 setidaknya hingga akhir dekade ini.
Secara keseluruhan, catatan data menunjukkan setelah periode pemulihan singkat pada 2021, ekonomi Armenia berdasarkan daya beli riil mengalami perlambatan bertahap dan kontraksi selama tiga tahun terakhir. Fluktuasi yang terjadi dalam 10 tahun terakhir merupakan pola penurunan bertahap pasca puncak 2018, bukan hanya variasi acak tahunan saja.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |