Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan di Kabupaten Soppeng tahun 2024 mencapai 33.554 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang sebesar 34.328 rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 773,5 rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari pengeluaran kecantikan sebesar 44.969 rupiah per kapita sebulan, dan hanya sekitar 22,8 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (146.913 rupiah).
(Baca: Inilah Produk yang Banyak Diimpor Indonesia dari Cina. pada 2023)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Soppeng menunjukkan tren kenaikan secara keseluruhan meskipun ada fluktuasi. Tahun 2018 nilai nya 17.349 rupiah, naik sebesar 17,1 persen menjadi 20.320 rupiah tahun 2019, lalu turun sedikit 3,8 persen menjadi 19.549 rupiah tahun 2020. Tahun 2021 terjadi kenaikan tertinggi sebesar 34,6 persen menjadi 26.311 rupiah, diikuti kenaikan 14,9 persen tahun 2022 dan 13,6 persen tahun 2023 sebelum penurunan sedikit di tahun 2024. Rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2019-2023) adalah sekitar 26.131 rupiah, jadi tahun 2024 masih di atas rata-rata tersebut.
Kabupaten Soppeng berada di peringkat ke-21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Makassar (110.832 rupiah) di peringkat ke-1, diikuti oleh Kabupaten Bantaeng (80.457 rupiah) dan Kabupaten Enrekang (72.879 rupiah). Beberapa wilayah yang memiliki pertumbuhan positif signifikan tahun 2024 adalah Kabupaten Bantaeng (144,8%) dan Kabupaten Enrekang (100,6%), berbeda dengan penurunan yang dialami oleh Kota Makassar (-8%) dan Kabupaten Wajo (-39%).
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Soppeng tahun 2024 adalah 1.143.559 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran untuk makanan naik sebesar 10,5 persen menjadi 569.375 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan naik 13,4 persen menjadi 574.183 rupiah. Pengeluaran perawatan kulit hanya sekitar 2,93 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan di wilayah ini.
Kota Makassar
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Buleleng | 2024)
Kota Makassar menjadi wilayah dengan pengeluaran per kapita sebulan tertinggi untuk bukan makanan di Sulawesi Selatan tahun 2024, mencapai 1.012.020 rupiah dengan pertumbuhan 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di kota ini adalah 1.803.702 rupiah, mengalami penurunan 3,6 persen, meskipun pengeluaran makanan naik 5,7 persen menjadi 791.682 rupiah. Pengeluaran perawatan kulit di Kota Makassar tahun 2024 adalah 110.832 rupiah, turun sedikit 8 persen dari tahun sebelumnya, namun tetap menjadi yang tertinggi di provinsi.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng berada di peringkat ke-10 untuk pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Selatan tahun 2024, dengan nilai 599.915 rupiah yang naik sebesar 40,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini adalah 1.359.035 rupiah, naik 14,5 persen, didorong oleh peningkatan pengeluaran makanan sebesar 34 persen menjadi 759.120 rupiah. Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bantaeng tahun 2024 adalah 80.457 rupiah, mengalami pertumbuhan sangat signifikan sebesar 144,8 persen dari tahun sebelumnya, membuatnya berada di peringkat ke-2 di provinsi.
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Enrekang berada di peringkat ke-8 untuk pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Selatan tahun 2024, dengan nilai 658.827 rupiah yang naik sebesar 53,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini adalah 1.396.244 rupiah, naik 9,9 persen, didukung oleh peningkatan pengeluaran makanan sebesar 49,7 persen menjadi 737.416 rupiah. Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Enrekang tahun 2024 adalah 72.879 rupiah, naik sebesar 100,6 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-3 di provinsi.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Soppeng masih berada di level yang relatif rendah dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Selatan. Meskipun mengalami penurunan sedikit di tahun 2024, tren historis selama tujuh tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang signifikan secara keseluruhan, dari 17.349 rupiah tahun 2018 menjadi 33.554 rupiah tahun 2024. Peningkatan pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki daya beli yang meningkat, meskipun alokasi untuk perawatan kulit masih kecil dibandingkan kebutuhan dasar lainnya.