Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Pasuruan tahun 2024 mencapai 118138 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data historis dari tahun 2018 hingga 2023 menunjukkan pengeluaran ini mengalami fluktuasi, dengan kenaikan tertinggi pada tahun 2019 sebesar 15,8 persen dan penurunan sedikit pada tahun 2022 sebesar 4,7 persen. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 29 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Pasuruan, yang mencapai 407139 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Semarang | 2024)
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Pasuruan tahun 2024 lebih tinggi daripada rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (51633 rupiah) dan hampir sama dengan pengeluaran untuk sabun mandi (77928 rupiah). Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi (308066 rupiah), pengeluaran rokok dan tembakau sekitar sepertiga dari nilai tersebut. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan di Kota Pasuruan mencapai 84870 rupiah, yang juga lebih rendah daripada pengeluaran untuk rokok dan tembakau.
Kota Pasuruan menempati peringkat ke-14 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur dalam pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024, serta peringkat ke-348 se-Indonesia dan ke-72 di pulau Jawa. Peringkat ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, karena selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya hanya sebesar 1365 rupiah. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Pasuruan tahun 2023 mencapai 116772 rupiah, yang sendiri merupakan penurunan sedikit sebesar 4,7 persen dari tahun 2022.
Kabupaten Gresik menjadi kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di Jawa Timur tahun 2024 sebesar 168530 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,8 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Sumenep yang sebelumnya berada di peringkat ke-2 mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 10,7 persen, sehingga pengeluarannya turun menjadi 163113 rupiah dan tetap di peringkat ke-2. Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat ke-3 dengan pengeluaran 159821 rupiah dan pertumbuhan 4,4 persen, diikuti Kota Surabaya (peringkat ke-4, 151959 rupiah, penurunan 6,6 persen) dan Kabupaten Mojokerto (peringkat ke-5, 146484 rupiah, penurunan 6,8 persen).
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Surabaya menempati peringkat ke-1 di Jawa Timur dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1541006 rupiah, dengan pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya mencapai 2602451 rupiah per kapita sebulan, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kota Surabaya juga menjadi tertinggi di provinsi ini sebesar 1061445 rupiah, dengan pertumbuhan 29,6 persen dari tahun sebelumnya. Peringkat Kota Surabaya dalam ketiga kategori pengeluaran ini tetap berada di posisi teratas dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
Kota Malang
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 87 Inst, Ilmu Pengetahuan, Kedokteran Dsb Periode 2023-2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Malang berada di peringkat ke-2 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1216228 rupiah, dengan pertumbuhan 4,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kota Malang mencapai 1954918 rupiah, mengalami penurunan 10,8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kota Malang sebesar 738690 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 3,3 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-9 di Jawa Timur.
Kota Madiun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Madiun menempati peringkat ke-3 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1192091 rupiah, dengan pertumbuhan 15,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kota Madiun mencapai 2043693 rupiah, mengalami penurunan 12,8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kota Madiun sebesar 851602 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 7 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-5 di Jawa Timur.
Kabupaten Sidoarjo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat ke-4 dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1077404 rupiah, dengan pertumbuhan 14,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo mencapai 1959255 rupiah, mengalami penurunan 7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Sidoarjo sebesar 881851 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 16 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di Jawa Timur.