- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Nepal pada 2024 sebesar 34.15 Unit. Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 33.4 Unit. Secara historis, PDB PPP Nepal terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 hingga 2024, kecuali pada tahun 2020 dimana terjadi kontraksi turun 0.56%.
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Nepal menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dengan angka masing-masing 1.04%, 1.76%, dan 2.27%. Rata-rata pertumbuhan PDB PPP Nepal dalam tiga tahun terakhir adalah sekitar 1.69%. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir (2019-2023) yang mencapai sekitar 0.89%.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Ukraina 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Nepal terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan tertinggi PDB PPP Nepal terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan 6.36%, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2020 dengan kontraksi -0.56%. Jika dibandingkan dengan 10 tahun terakhir, kontraksi pada tahun 2020 menjadi anomali karena menjadi satu-satunya tahun dengan pertumbuhan negatif.
Secara regional, IMF menempatkan Nepal pada peringkat 9 di Asia dalam hal PDB PPP. Peringkat ini tidak berubah sejak tahun 2015, menunjukkan posisi Nepal yang relatif stabil di antara negara-negara Asia lainnya.
IMF memproyeksikan PDB PPP Nepal akan terus meningkat hingga tahun 2030, mencapai 40.416 Unit. Proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2025 adalah 2.15%, diikuti dengan peningkatan hingga 3.18% pada tahun 2027. Proyeksi ini mengindikasikan adanya perbaikan kondisi ekonomi Nepal di masa depan dibandingkan dengan data terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Purbalingga 2018 - 2024)
Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia, Uzbekistan mencatat pertumbuhan PDB PPP tertinggi sebesar 10.67% pada tahun terakhir data. Sementara itu, berdasarkan nilai PDB PPP tahun terakhir, Cina memimpin dengan 3365.594 Unit. Nepal berada jauh di bawah kedua negara ini, menunjukkan skala ekonomi yang sangat berbeda.
Secara keseluruhan, PDB PPP Nepal menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang stabil meskipun sempat mengalami kontraksi pada tahun 2020. Dengan proyeksi pertumbuhan yang optimis, ekonomi Nepal diharapkan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.