- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Nepal tahun 2024 mencapai 34,15 unit. Angka ini merupakan kenaikan berkelanjutan setelah tiga tahun terakhir secara konsisten tumbuh positif, yakni 1,04% pada 2022, 1,76% pada 2023 dan 2,27% pada 2024. Tidak terjadi penurunan sama sekali dalam periode tiga tahun terakhir, hanya kecepatan pertumbuhan yang berubah naik perlahan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Nepal terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Angola 2015 - 2024)
Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir sebesar 1,69%, pertumbuhan 2024 tercatat lebih tinggi sebesar 0,58 poin persen. Sementara rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir Nepal hanya 1,40%, artinya performa tiga tahun terakhir menunjukkan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.
Dalam 10 tahun data historis, kenaikan tertinggi pertumbuhan PDB PPP Nepal terjadi pada tahun 2017 dengan angka 6,36%, sementara penurunan terendah hanya terjadi sekali yaitu anomali kontraksi pada tahun 2020 turun 0,56%. Kontraksi ini berarti seluruh nilai produksi ekonomi yang disesuaikan daya beli masyarakat Nepal mengalami penurunan absolut pada tahun tersebut, dan menjadi satu-satunya tahun penurunan dalam satu dekade terakhir.
Sepanjang 10 tahun pengamatan, posisi peringkat PDB PPP Nepal di kawasan Asia tetap konsisten berada di urutan ke-9. Tidak terjadi perubahan kenaikan maupun penurunan peringkat dari tahun 2015 hingga data 2024 yang dirilis, meskipun nilai absolut PDB PPP Nepal terus mengalami peningkatan setiap tahunnya pasca 2020.
International Monetary Fund (IMF) juga merilis proyeksi pertumbuhan PDB PPP Nepal hingga tahun 2030. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan diproyeksikan akan terus membaik secara bertahap, mulai dari 2,15% pada 2025, meningkat hingga puncak 3,18% pada tahun 2027. Seluruh periode proyeksi tidak menunjukkan indikasi penurunan, artinya kondisi ekonomi Nepal diprediksi akan mengalami perbaikan berkelanjutan dibandingkan data tahun 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Bhutan 2015 - 2024)
Dibandingkan negara lain di kawasan Asia, pertumbuhan PDB PPP Nepal tahun 2024 masih berada di bawah negara dengan performa terbaik tiga tahun terakhir yaitu Uzbekistan yang mencatat pertumbuhan rata-rata 10,66% dan berada di peringkat 1 kawasan. Sementara Nepal yang berada di peringkat 9, masih memiliki pertumbuhan lebih tinggi dibanding Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan Sri Lanka pada periode yang sama.
Secara keseluruhan, fluktuasi pertumbuhan Nepal dalam satu dekade hanya terjadi pada guncangan tahun 2020, setelah itu ekonomi kembali tumbuh dengan kecepatan yang terus meningkat setiap tahun. Meskipun peringkat regional belum berubah, tren pertumbuhan yang konsisten dan proyeksi yang positif menunjukkan fundamental ekonomi Nepal sedang berjalan pada jalur pemulihan yang stabil.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |