Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Purbalingga pada 2024 tercatat sebesar Rp44.326 per kapita per bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini mengalami pertumbuhan sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 0,6%.
Secara historis, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Purbalingga menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Sempat mengalami kenaikan signifikan pada 2021 sebesar 10,6%, namun pertumbuhan melambat dalam tiga tahun terakhir. Pengeluaran masyarakat untuk sabun mandi terus meningkat dari tahun 2018 hingga 2024, namun laju pertumbuhan tidak konsisten.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Pengeluaran untuk sabun mandi merupakan bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat Kabupaten Purbalingga. Dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp1.011.393, pengeluaran untuk sabun mandi hanya menyumbang sekitar 4,38%. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai Rp169.693 per kapita per bulan.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, Kabupaten Purbalingga berada di urutan ke-30 dalam hal pengeluaran untuk sabun mandi. Posisi ini menempatkan Purbalingga di bawah Kota Semarang yang menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran Rp92.921 per kapita per bulan, serta Kota Salatiga di peringkat kedua dengan Rp89.800. Secara nasional, Purbalingga berada di peringkat 447 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Anomali terlihat pada pertumbuhan pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024, yang hanya 0,6%, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan rata-rata selama periode 2018-2023. Bahkan, pertumbuhan 2024 merupakan yang terendah dalam periode tersebut. Meskipun nominal pengeluaran terus meningkat, namun peningkatan tersebut tidak sepesat tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan yang lebih signifikan. Kota Semarang, misalnya, mencatatkan pertumbuhan 15,6% dengan nilai pengeluaran untuk sabun mandi tahun 2024 mencapai Rp92.921. Kabupaten Karanganyar juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,1%, dengan nilai pengeluaran Rp68.738. Sementara itu, Kabupaten Purworejo mengalami pertumbuhan 5,1% dengan nilai pengeluaran Rp41.716.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kroasia (Hrvatska) 2015 - 2024)
Data BPS menunjukkan bahwa pengeluaran tertinggi untuk sabun mandi di Kabupaten Purbalingga terjadi pada tahun 2024, meskipun pertumbuhannya paling kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor lain yang memengaruhi pengeluaran masyarakat untuk produk kebersihan diri.
#### Kota SemarangDi Kota Semarang, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada 2024 mencapai Rp1.322.997, naik 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai Rp914.785, meningkat 14,7%. Kota Semarang menempati peringkat pertama di Jawa Tengah dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
#### Kota SalatigaKota Salatiga menunjukkan penurunan dalam beberapa sektor pengeluaran. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan turun 14,4% menjadi Rp1.315.195. Demikian pula, pengeluaran untuk makanan mengalami penurunan 5,5% menjadi Rp811.317. Meskipun demikian, Salatiga tetap berada di peringkat kedua dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan di Jawa Tengah.
#### Kota SurakartaKota Surakarta mencatatkan penurunan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 3,7% menjadi Rp942.391. Pengeluaran untuk makanan juga sedikit turun, yakni 0,9% menjadi Rp759.788. Surakarta berada di peringkat ketiga di Jawa Tengah dalam hal pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan.
#### Kota TegalKota Tegal menunjukkan pertumbuhan positif pada pengeluaran untuk makanan, naik 11,7% menjadi Rp749.532. Namun, pengeluaran untuk bukan makanan meningkat 10,6% menjadi Rp740.172. Kota Tegal berada di peringkat keempat dalam hal pengeluaran untuk makanan di Jawa Tengah informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.