Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kota Metro, Lampung pada tahun 2024 mencapai 65.440 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 5.011,4 rupiah dari tahun 2023 yang sebesar 60.428 rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Mamasa 2018 - 2024)
Pengeluaran per kapita untuk sabun mandi di Kota Metro mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Tahun 2019, pengeluaran turun sedikit sebesar 4,5 persen dari tahun 2018, sebelum naik kembali sebesar 8,1 persen pada tahun 2020. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 10,1 persen, mencapai 65.547 rupiah. Tahun 2022, pengeluaran turun sedikit sebesar 0,5 persen, lalu turun lebih signifikan sebesar 7,3 persen pada tahun 2023 sebelum kembali naik sebesar 8,3 persen pada tahun 2024.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Metro tahun 2024 adalah 332.088 rupiah, sehingga pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sekitar 19,7 persen dari total tersebut. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi yang sebesar 258.636 rupiah, pengeluaran untuk sabun mandi adalah sekitar seperempat dari nilai tersebut. Pengeluaran untuk sabun mandi juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (75.392 rupiah) dan rokok serta tembakau (129.647 rupiah), tetapi lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (48.312 rupiah).
Berdasarkan data BPS, pengeluaran per kapita untuk sabun mandi di Kota Metro tahun 2024 menempati rank kedua di antara kabupaten/kota seprovinsi Lampung, hanya di bawah Kota Bandar Lampung yang memiliki pengeluaran sebesar 76.319 rupiah. Di tingkat pulau Sumatera, Kota Metro menempati rank ke-56, dan di tingkat nasional rank ke-221. Tahun sebelumnya, pengeluaran sabun mandi Kota Metro adalah 60.428 rupiah, sehingga selisih dengan tahun 2024 adalah 5.011 rupiah.
Dari data perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Lampung, Kota Bandar Lampung memiliki pengeluaran sabun mandi tertinggi tahun 2024 sebesar 76.319 rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 9,9 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Pesisir Barat menempati rank ketiga dengan pengeluaran 56.597 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Tulang Bawang berada di rank keempat dengan pengeluaran 50.895 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 17,6 persen yang signifikan. Kabupaten Lampung Barat berada di rank kelima dengan pengeluaran 50.057 rupiah, naik sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Lampung Selatan berada di rank keenam dengan pengeluaran 48.286 rupiah, mengalami penurunan sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024 - 2024)
Kota Bandar Lampung
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bandar Lampung tahun 2024 adalah 975.428 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 917.714 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.776.286 rupiah, turun sebesar 22,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.285.987 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 adalah 800.857 rupiah, naik sebesar 3,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 773.449 rupiah. Kota Bandar Lampung menempati rank pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi Lampung untuk pengeluaran bukan makanan dan pengeluaran makanan serta bukan makanan, dan rank kedua untuk pengeluaran makanan, hanya di bawah Kabupaten Pesisir Barat.
Kabupaten Pesisir Barat
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pesisir Barat tahun 2024 adalah 614.720 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 46,2 persen yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 420.400 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.436.836 rupiah, naik sebesar 12,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.273.883 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 adalah 822.116 rupiah, naik sebesar 51,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 543.876 rupiah. Kabupaten Pesisir Barat menempati rank kedua di antara kabupaten/kota seprovinsi Lampung untuk pengeluaran bukan makanan dan pengeluaran makanan serta bukan makanan, dan rank pertama untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Way Kanan
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Way Kanan tahun 2024 adalah 503.497 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 18,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 424.943 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.187.972 rupiah, turun sebesar 4,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.241.089 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 adalah 684.475 rupiah, naik sebesar 15,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 590.475 rupiah. Kabupaten Way Kanan menempati rank keenam di antara kabupaten/kota seprovinsi Lampung untuk pengeluaran bukan makanan, rank ketiga untuk pengeluaran makanan serta bukan makanan, dan rank keempat untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Lampung Tengah
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 adalah 517.584 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 17,4 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 440.704 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.185.353 rupiah, turun sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.235.244 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 adalah 667.769 rupiah, naik sebesar 25,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 530.698 rupiah. Kabupaten Lampung Tengah menempati rank kelima di antara kabupaten/kota seprovinsi Lampung untuk pengeluaran bukan makanan, rank keempat untuk pengeluaran makanan serta bukan makanan, dan rank keenam untuk pengeluaran makanan.