- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kuwait pada tahun 2024 tercatat sebesar 0,2 unit, sama dengan nilai tahun 2023. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 0,2067 unit, nilai ini sedikit lebih rendah. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 0,202 unit, nilai 2024 juga berada di bawah rata-rata tersebut. Tiga tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang naik pada 2022 menjadi 0,22 unit (puncak dalam periode terbaru), kemudian turun kembali ke 0,2 unit pada 2023 dan tetap stabil di angka tersebut pada 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Turkmenistan 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kuwait terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
IMF mencatat bahwa kenaikan tertinggi PDB PPP Kuwait dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 2022 dengan nilai 0,22 unit, sedangkan penurunan terendah terjadi pada 2016 dengan nilai 0,17 unit. Tahun 2015 merupakan tahun anomali di mana terjadi kontraksi tajam sebesar 26,53%—yang berarti nilai PDB PPP turun drastis dari 0,245 unit periode sebelumnya menjadi 0,18 unit, kemungkinan akibat guncangan pasar minyak yang terjadi pada tahun tersebut. Setelah anomali 2015, nilai PDB PPP mengalami peningkatan bertahap hingga mencapai puncak pada 2022 sebelum turun kembali.
Dalam peringkat regional Timur Tengah, Kuwait tetap berada di peringkat ke-10 pada tahun 2024, sama dengan posisinya pada tahun 2023, 2022, 2021, dan 2020. Peningkatan peringkat ini terjadi pada tahun 2020, di mana Kuwait naik dari peringkat ke-11 pada 2019 dan ke-12 pada periode 2015-2018, dan sejak itu tidak mengalami perubahan peringkat regional.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Myanmar 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan bahwa nilai PDB PPP Kuwait akan mengalami penurunan pada periode 2025 hingga 2030. Tahun 2025 akan terjadi kontraksi sebesar 7,69%—yang berarti nilai turun dari 0,2 unit menjadi 0,18 unit. Tahun 2026 akan terjadi penurunan lagi sebesar 3,33% menjadi 0,174 unit, kemudian nilai akan stagnan pada 0,174 unit hingga tahun 2029, dan mengalami penurunan kecil sebesar 0,57% menjadi 0,173 unit pada tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi Kuwait dalam hal PDB PPP akan memburuk dibandingkan kondisi stabil pada tahun 2024.
Dibandingkan negara lain di wilayah Timur Tengah, Kuwait berada di peringkat ke-10. Negara dengan peringkat teratas adalah Iran (peringkat 1) dengan pertumbuhan PDB PPP sebesar 32,46%, diikuti Lebanon (peringkat 2) dengan pertumbuhan 30,01%. Kuwait berada di atas Oman (peringkat 11) dan Bahrain (peringkat 12), tetapi di bawah Jordan (peringkat 9) dengan nilai PDB PPP sebesar 0,303 unit. Nilai PDB PPP Kuwait tahun 2024 sebesar 0,2 unit lebih tinggi daripada Oman (0,187) dan Bahrain (0,166), tetapi lebih rendah daripada negara-negara peringkat di atasnya.