Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mencapai 40.449 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 89,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi kenaikan tertinggi dalam periode 7 tahun terakhir (2018-2024). Pengeluaran ini menyumbang sekitar 15,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di kabupaten tersebut.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran kecantikan di Enrekang mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2018, angka ini sebesar 11.988 rupiah, lalu sedikit turun menjadi 10.989 rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan tajam menjadi 16.838 rupiah, sebelum sedikit turun menjadi 15.797 rupiah pada 2021. Setelah itu, pengeluaran terus naik hingga 21.199 rupiah (2022) dan 21.318 rupiah (2023), sebelum melonjak tajam pada 2024.
Perbandingan dengan total pengeluaran masyarakat di Enrekang menunjukkan bahwa pengeluaran kecantikan masih merupakan bagian kecil dari pengeluaran umum. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Enrekang adalah 253.876 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk makanan jadi mencapai 226.065 rupiah. Pengeluaran untuk perawatan secara keseluruhan adalah 72.879 rupiah, yang artinya pengeluaran kecantikan menyumbang sekitar 55,5 persen dari total pengeluaran perawatan masyarakat.
Berdasarkan data perbandingan dari BPS, Kabupaten Enrekang menempati peringkat ke-10 dalam pengeluaran kecantikan di antara kabupaten/kota seprovinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Bantaeng (peringkat 9) yang memiliki pengeluaran kecantikan sebesar 40.477 rupiah dengan pertumbuhan 58,8 persen, dan di atas Kabupaten Sidenreng Rappang (peringkat 11) dengan pengeluaran 38.261 rupiah dan pertumbuhan 23,1 persen. Di tingkat pulau Sulawesi, Enrekang berada di peringkat ke-19, dan di tingkat nasional peringkat ke-163.
Dari lima kabupaten/kota dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2024, Kota Parepare menduduki peringkat pertama dengan 77.324 rupiah dan pertumbuhan 15,8 persen, diikuti oleh Kota Palopo (65.640 rupiah, 26,8 persen), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (57.622 rupiah, 10,2 persen), Kota Makassar (56.196 rupiah, 20,6 persen), dan Kabupaten Luwu Timur (49.339 rupiah, -2,4 persen). Semua lima wilayah ini memiliki pengeluaran kecantikan yang lebih tinggi dibandingkan Enrekang, meskipun pertumbuhan Enrekang jauh lebih signifikan dibandingkan sebagian besar dari mereka.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2015 - 2024)
Kota Makassar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Makassar pada tahun 2024 mencapai 1.012.020 rupiah, dengan pertumbuhan 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Makassar adalah 1.803.702 rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dari tahun sebelumnya, namun tetap menjadi tertinggi di provinsi. Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Makassar mencapai 791.682 rupiah dengan pertumbuhan 5,7 persen, juga menjadi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Kota Parepare
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Parepare tahun 2024 sebesar 914.616 rupiah, dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat kedua di Sulawesi Selatan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini adalah 1.535.908 rupiah, mengalami penurunan 11,2 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat ketiga provinsi. Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Parepare mencapai 621.292 rupiah dengan pertumbuhan 5,2 persen, menduduki peringkat kesebelas di provinsi.
Kota Palopo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Palopo tahun 2024 sebesar 822.375 rupiah, dengan pertumbuhan 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ketiga di Sulawesi Selatan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini adalah 1.583.231 rupiah, mengalami penurunan 9 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat kedua provinsi. Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palopo mencapai 760.855 rupiah dengan pertumbuhan 24,2 persen, menduduki peringkat kedua di provinsi.
Kabupaten Luwu Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Luwu Timur tahun 2024 sebesar 701.298 rupiah, dengan pertumbuhan 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat keempat di Sulawesi Selatan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini adalah 1.379.043 rupiah, mengalami penurunan 10,7 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat ketujuh provinsi. Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Luwu Timur mencapai 677.746 rupiah dengan pertumbuhan 11,5 persen, menduduki peringkat kedelapan di provinsi.