Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Banyuasin pada tahun 2024 sebesar 9,31%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,82% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di Banyuasin mencapai 84.360 jiwa dari total penduduk 866.909 jiwa.
Secara regional, Kabupaten Banyuasin menduduki peringkat ke-259 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Pertumbuhan penduduk di Banyuasin tercatat sebesar 2,7%. Persentase kemiskinan di Kabupaten Banyuasin ini lebih baik dibandingkan Kabupaten Muara Enim (9,79%), Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (9,75%), dan Kota Palembang (9,77%). Namun, masih lebih tinggi dibandingkan Kota Pagar Alam (8,18%).
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tegal Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Banyuasin. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 20,86%, sedangkan terendah pada tahun 2024 yaitu 9,31%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2007 yaitu -10,55%, dan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2013 yaitu 8,96%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan tahun 2024 sedikit lebih rendah. Dibandingkan lima tahun terakhir (2020-2024), angka kemiskinan tahun 2024 juga sedikit lebih rendah.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Banyuasin memiliki jumlah penduduk miskin lebih banyak dibandingkan Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, namun lebih sedikit dibandingkan Kota Palembang.
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim memiliki persentase penduduk miskin 9,79%, menempatkannya pada urutan ke-244 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 66.420 jiwa dari total populasi 645.250 jiwa. Garis kemiskinan di Muara Enim adalah Rp 491.107,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Muara Enim mencapai Rp 182,11 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan negatif turun 2,62%. Pertumbuhan penduduk di Muara Enim tercatat 1,46%.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Dengan persentase kemiskinan 9,75%, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berada di peringkat ke-246 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.740 jiwa dari total populasi 690.282 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 434.534,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 31,50 juta per tahun, dengan pertumbuhan positif sebesar 8,12%. Pertumbuhan penduduk di Ogan Komering Ulu Timur sebesar 1,59%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Toli Toli Periode 2004 - 2024)
Kota Pagar Alam
Kota Pagar Alam memiliki persentase kemiskinan terendah di antara wilayah pembanding, yaitu 8,18%, menduduki peringkat ke-302 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota ini hanya 11.820 jiwa dari total 151.943 jiwa. Garis kemiskinan di Pagar Alam adalah Rp 427.007,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 25,54 juta per tahun, tumbuh sebesar 8,18%. Kota Pagar Alam mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,73%.
Kota Palembang
Kota Palembang memiliki persentase penduduk miskin 9,77% dan menempati urutan ke-245 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 173.590 jiwa dari total populasi 1.781.672 jiwa. Garis kemiskinan di Palembang adalah yang tertinggi di antara wilayah pembanding, mencapai Rp 660.932,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Palembang mencapai Rp 121,15 juta per tahun, dengan pertumbuhan positif sebesar 6,25%. Pertumbuhan penduduk di Palembang relatif stabil, yaitu 1,15%.