- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Maladewa periode 2015 hingga 2024, dengan catatan nilai akhir tahun 2024 tercatat di angka 7,72 unit. Angka ini menunjukkan penurunan berkelanjutan selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2021, setelah sebelumnya terjadi lonjakan anomali pada tahun 2020.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Republik Dominika 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Maladewa terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, tercatat pertumbuhan tahunan masing-masing minus 3,51%, minus 1,65% dan minus 0,95%. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir berada di angka minus 2,04%, jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat sebesar minus 0,78% per tahun.
Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 8,26% yang menjadi anomali satu-satunya peningkatan signifikan sejak tahun 2015. Sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2021 dengan kontraksi sebesar 3,07%, yang berarti nilai PDB PPP anjlok lebih dari 3 poin hanya dalam kurun waktu 12 bulan.
Kondisi fluktuatif yang terjadi artinya setelah setiap terjadi peningkatan kecil, akan selalu diikuti penurunan yang lebih dalam pada tahun berikutnya. Tidak ada satu periode pun dalam 10 tahun terakhir yang menunjukkan pertumbuhan positif berkelanjutan lebih dari 2 tahun berturut-turut bagi ekonomi Maladewa menurut ukuran ini.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Saint Kitts dan Nevis 2024)
Sepanjang seluruh periode pengamatan 2015 sampai 2024, peringkat Maladewa berdasarkan PDB PPP di wilayah Asia tetap konsisten di posisi 15. Tidak ada perubahan kenaikan maupun penurunan peringkat selama 10 tahun, meskipun terjadi pergerakan nilai indikator setiap tahun.
Berdasarkan proyeksi IMF sampai tahun 2030, kondisi ekonomi akan masih mengalami penurunan tipis pada 2025, sebelum mulai kembali tumbuh sangat lambat di bawah 2% per tahun. Hingga akhir dekade, nilai PDB PPP Maladewa diproyeksikan hanya akan kembali menyentuh level tahun 2023, yang artinya tidak ada perbaikan ekonomi yang berarti dalam 7 tahun ke depan.
Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan, posisi Maladewa berada tepat di atas Hong Kong dan di bawah Makau. Sementara negara dengan pertumbuhan PDB PPP terdekat dengan Maladewa tahun 2024 adalah Taiwan yang mencatatkan pertumbuhan minus 0,31%, yang masih lebih baik dibandingkan penurunan Maladewa sebesar 0,95% pada tahun yang sama.
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.901 | +0.13 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |