- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Maladewa pada tahun 2024 tercatat sebesar 7,72 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,95 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi tahun keempat berturut-turut terjadinya koreksi nilai indikator daya beli riil ekonomi negara kepulauan ini.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos 2015 - 2024)
Selama tiga tahun terakhir yakni periode 2022 hingga 2024, PDB PPP Maladewa mencatat rata-rata pertumbuhan negatif sebesar 2,04 persen per tahun. Kondisi ini secara signifikan lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020 sampai 2024 yang mencatat rata-rata pertumbuhan negatif sebesar 0,18 persen per tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Maladewa terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data historis yang tercatat, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Maladewa terjadi pada tahun 2020 dengan angka pertumbuhan 8,26 persen. Sementara kontraksi terbesar tercatat pada tahun 2022 dengan penyusutan nilai sebesar 3,51 persen, yang berarti daya beli riil seluruh output ekonomi Maladewa turun hampir 4 persen pada tahun tersebut.
Fluktuasi pada indikator ini ditandai dengan lonjakan anomali pada tahun 2020, yaitu satu-satunya tahun dalam dekade terakhir yang mencatat pertumbuhan di atas 5 persen. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan penyesuaian perhitungan harga dasar sektor pariwisata yang menjadi penopang utama ekonomi Maladewa pada awal masa pandemi global.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Gorontalo 2018 - 2024)
Hingga tahun 2024, peringkat PDB PPP Maladewa di wilayah Asia tetap berada di urutan ke-15. Peringkat ini tidak mengalami perubahan sama sekali selama 10 tahun berturut-turut, tidak ada pergerakan naik maupun turun dibandingkan seluruh negara lain di kawasan Asia yang tercatat dalam data IMF.
Berdasarkan proyeksi resmi IMF, PDB PPP Maladewa akan terus mengalami penurunan tipis pada tahun 2025 sebesar 0,63 persen sebelum akhirnya kembali mencatat pertumbuhan positif mulai tahun 2026. Perbaikan yang diproyeksikan setelah tahun 2025 tergolong sangat lambat, dengan rata-rata pertumbuhan hanya sekitar 0,4 persen per tahun hingga tahun 2030.
Jika dibandingkan dengan negara lain di wilayah Asia, pertumbuhan PDB PPP Maladewa tahun 2024 berada di bawah rata-rata sebagian besar ekonomi kawasan. Maladewa mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan 17 dari 24 negara Asia yang dicatat, hanya lebih baik dibandingkan negara dengan kontraksi lebih dalam seperti Azerbaijan, Timor Timur dan Tiongkok.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.027 | -0.12 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |