Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Jakarta Selatan pada tahun 2025 mencapai 566094 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 17680,9 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2025 ini, nilai pengeluaran kategori ini merupakan angka pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2025 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Harga Paladium - Palladium Turun Menuju Level US$987,7 /Troy Ounce (Jumat, 30 Oktober 2026))
Sepanjang periode 8 tahun pencatatan, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Setelah naik terus dari tahun 2018 hingga 2020, angka ini turun dua tahun berturut-turut pada tahun 2021 dan 2022. Pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 14,2 persen, kemudian turun sedikit sebesar 4,7 persen pada tahun 2022. Setelah periode turun tersebut, pengeluaran kembali naik berturut-turut mulai tahun 2023 hingga 2025.
Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024, dimana pengeluaran makanan dan minuman jadi naik sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2021. Anomali penurunan besar pada tahun 2021 merupakan satu-satunya penurunan diatas 10 persen sepanjang periode data yang tersedia. Nilai pengeluaran tahun 2025 saat ini 58 persen lebih tinggi dibandingkan nilai pengeluaran pada tahun 2018.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Selatan menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Urutan pertama ditempati oleh Kota Jakarta Utara dengan nilai pengeluaran 579539 rupiah per kapita per bulan. Diikuti dibawah Jakarta Selatan secara berurutan adalah Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Timur dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Posisi ranking Jakarta Selatan ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Jakarta Selatan menyumbang 49,6 persen dari total pengeluaran makanan per kapita, dan 23 persen dari total seluruh pengeluaran barang dan jasa rumah tangga per kapita setiap bulannya. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir kategori ini mencapai 15,4 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya mencapai 6,2 persen per tahun.
Kota Jakarta Utara
Kota Jakarta Utara menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di seluruh DKI Jakarta untuk hampir seluruh kategori pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita per bulan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 3832851 rupiah, naik 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kategori bukan makanan juga menempati urutan pertama dengan nilai 2453376 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan 13,8 persen. Semua ranking kategori pengeluaran di wilayah ini konsisten berada di urutan pertama seprovinsi DKI Jakarta tanpa ada perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: NPL Bank Umum Lapangan Usaha di Jawa Timur | 2026)
Kota Jakarta Barat
Kota Jakarta Barat secara konsisten menempati urutan kedua di DKI Jakarta untuk sebagian besar kategori pengeluaran rumah tangga. Total pengeluaran per kapita per bulan makanan dan bukan makanan pada tahun 2025 tercatat sebesar 3077086 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini juga turun sedikit sebesar 1,7 persen menjadi 1906789 rupiah per kapita per bulan, sementara pengeluaran makanan naik sebesar 2,8 persen. Posisi ranking wilayah ini tidak mengalami pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Jakarta Timur
Kota Jakarta Timur menempati urutan ketiga seprovinsi DKI Jakarta untuk total pengeluaran per kapita. Pada tahun 2025, total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2711298 rupiah per kapita per bulan, naik sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kategori makanan naik sebesar 5,7 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sebesar 5,3 persen. Wilayah ini menjadi satu-satunya wilayah di DKI Jakarta yang mengalami kenaikan positif untuk seluruh kategori pengeluaran yang dicatat pada tahun 2025.
Kota Jakarta Pusat
Kota Jakarta Pusat menempati urutan keempat seprovinsi DKI Jakarta untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini tercatat sebesar 2591688 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kategori bukan makanan juga turun sebesar 5,8 persen, sementara pengeluaran makanan stagnan tidak mengalami perubahan nilai dibandingkan tahun 2024. Posisi ranking wilayah ini tetap sama tidak mengalami pergeseran dibandingkan periode tahun sebelumnya.