PDB

PDB Menurut Daya Beli di Taiwan 2024

1
Agus Dwi Darmawan 21/06/2026 16:27 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Taiwan 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Taiwan periode sampai tahun 2024 menunjukkan nilai sebesar 13,5 unit. Angka ini merupakan penurunan berkelanjutan yang sudah berjalan sembilan tahun berturut-turut sejak tahun 2015, tanpa pernah terjadi kenaikan tahunan sama sekali sepanjang periode pengamatan. Pada tahun 2024, penurunan tahunan tercatat turun 0,32 persen.

(Baca: Statistik Persentase Penduduk Lansia Periode 2013-2035)

Selama tiga tahun terakhir yaitu 2022 sampai 2024, rata-rata penurunan tahunan PDB PPP Taiwan turun 2,11 persen. Angka ini lebih buruk dibandingkan rata-rata penurunan lima tahun terakhir yang tercatat turun 2,43 persen, namun masih menunjukkan pola kontraksi ekonomi yang konsisten. Kontraksi dalam data ini berarti setiap tahun nilai daya beli riil produksi ekonomi Taiwan secara agregat terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Taiwan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Sepanjang 10 tahun data historis, penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan nilai kontraksi turun 4,72 persen. Sementara penurunan terkecil tercatat pada tahun 2018 yang hanya mengalami kontraksi turun 0,03 persen, hampir stagnan. Tidak ditemukan anomali kenaikan sama sekali sepanjang 10 tahun periode data, seluruh tahun tercatat penurunan tanpa pengecualian.

Untuk ranking wilayah Asia, PDB PPP Taiwan tetap berada di peringkat 14 sepanjang tujuh tahun terakhir. Sejak turun satu peringkat dari posisi 13 pada tahun 2015, posisi ranking Taiwan tidak mengalami perubahan sama sekali sampai tahun 2024 ini. Tidak ada negara di sekitar peringkat tersebut yang menyalip maupun tertinggal dari posisi Taiwan selama periode tersebut.

(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Yahukimo | 2024)

Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia, posisi Taiwan berada tepat di atas Bhutan yang berada peringkat 13 dan tepat di bawah India pada peringkat 12. Sementara negara yang memiliki pola pertumbuhan berdekatan dengan Taiwan adalah Makau dan Armenia yang sama-sama mencatatkan penurunan tahunan PDB PPP, berbeda dengan mayoritas negara kawasan Asia yang masih mencatatkan pertumbuhan positif.

IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Taiwan sampai tahun 2030. Seluruh periode proyeksi menunjukkan angka kontraksi tahunan yang terus berlanjut, tanpa ada proyeksi pemulihan kenaikan sama sekali. Rata-rata kontraksi tahunan pada periode proyeksi 2025-2030 tercatat turun 0,47 persen, sedikit lebih kecil dibandingkan rata-rata kontraksi tiga tahun terakhir namun masih tetap menunjukkan penurunan kondisi ekonomi.

Berdasarkan seluruh data historis dan proyeksi, penurunan PDB PPP Taiwan yang sudah berjalan hampir satu dekade tidak menunjukkan tanda pembalikan arah. Meskipun laju penurunan semakin melambat dibandingkan periode puncak kontraksi tahun 2020-2022, kondisi daya beli riil ekonomi secara agregat akan terus menurun setidaknya sampai akhir dekade ini menurut perkiraan resmi.

Data Pasar

Macro update by
13 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.869 +0.05
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...