- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Taiwan pada tahun 2024 tercatat sebesar 13,5 unit, mengalami penurunan kecil dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 13,54 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai ini menunjukkan tren penurunan yang konsisten: dari 13,72 unit di 2022, turun ke 13,54 di 2023, dan ke 13,5 di 2024. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 13,96 unit, nilai tahun 2024 lebih rendah, menunjukkan kondisi daya beli relatif yang lebih buruk dibandingkan rata-rata periode tersebut.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Taiwan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Malang 2018 - 2024)
Sepanjang 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Taiwan dicapai pada tahun 2015 sebesar 16,05 unit, sedangkan nilai terendah adalah tahun 2024 sebesar 13,5 unit. Tidak terjadi anomali dalam periode ini, karena tren penurunan berlangsung secara terus-menerus tanpa perubahan arah yang mendadak. Setiap tahun dari 2015 ke 2024, nilai PDB PPP selalu lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan yang paling signifikan terjadi pada tahun 2020 (dari 15,27 unit di 2019 ke 14,65 unit di 2020) dengan tingkat penurunan sebesar 4,06%.
Secara peringkat regional di Asia, posisi Taiwan tetap berada di peringkat ke-14 selama periode 2016-2024, tidak ada perubahan kenaikan atau penurunan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan negara lain di wilayah Asia dengan pertumbuhan PDB PPP terbaik dalam tiga tahun terakhir, yaitu Uzbekistan dengan pertumbuhan sebesar 10,66%, Taiwan mengalami pertumbuhan negatif yang konsisten, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam performa daya beli relatif antara kedua negara.
(Baca: Harga Bawang Merah Ukuran sedang di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
IMF memberikan proyeksi nilai PDB PPP Taiwan untuk tahun 2025 hingga 2030 yang terus menurun: 13,38 unit (2025), 13,298 unit (2026), 13,264 unit (2027), 13,193 unit (2028), 13,162 unit (2029), dan 13,114 unit (2030). Proyeksi ini menunjukkan bahwa kondisi daya beli relatif Taiwan akan terus memburuk, karena nilai konversi PPP yang semakin rendah berarti mata uang lokal memiliki daya beli yang lebih kecil dibandingkan rata-rata global dari tahun ke tahun.
Kata kontraksi dalam konteks ini merujuk pada penurunan nilai PDB PPP Taiwan setiap tahun, yang berarti daya beli mata uang Taiwan relatif terhadap dolar internasional (yang digunakan dalam perhitungan PPP) menyusut. Kontraksi ini terjadi secara terus-menerus sejak tahun 2015, dengan tingkat penurunan yang bervariasi: dari penurunan kecil sebesar 0,32% di 2024 hingga penurunan signifikan sebesar 4,72% di 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Taiwan dalam hal daya beli relatif tidak mengalami pemulihan selama dekade terakhir.