Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Lanny Jaya mencapai 203464 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 32392 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2024 ini, Kabupaten Lanny Jaya menempati urutan pertama pengeluaran rokok dan tembakau dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua Pegunungan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Utara 2025)
Data historis sejak tahun 2018 menunjukkan pergerakan nilai pengeluaran ini. Pada tahun 2018 nilai tercatat 104243 rupiah, kemudian naik sedikit pada tahun 2019 dan 2020. Pada tahun 2021 terjadi kenaikan sangat besar sebesar 53,8 persen dari tahun sebelumnya. Setelah itu nilai turun sedikit pada dua tahun berturut-turut tahun 2022 dan 2023, sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024 mencapai nilai pengeluaran tertinggi sepanjang periode data.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini setara dengan 228 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi per kapita, dan 411 persen dari pengeluaran untuk produk kecantikan setiap bulannya. Nilai ini juga berada di atas rata-rata pengeluaran masyarakat untuk perawatan pribadi, yang hanya tercatat 197094 rupiah per kapita per bulan. Dari total pengeluaran seluruh barang dan jasa, porsi pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 28,4 persen setiap bulan.
Secara peringkat wilayah, Kabupaten Lanny Jaya berada di urutan kelima tertinggi se-Pulau Papua, dan urutan ke 17 secara nasional dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Di level provinsi, posisi ini mengungguli enam kabupaten lain di Papua Pegunungan. Kabupaten Jayawijaya berada di urutan kedua dengan nilai pengeluaran 151896 rupiah, disusul Kabupaten Yalimo dengan 132852 rupiah, Kabupaten Pegunungan Bintang 103469 rupiah dan Kabupaten Mamberamo Tengah 68918 rupiah.
Perbandingan Pengeluaran Makanan Antar Kabupaten
Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa pada tahun 2024 Kabupaten Lanny Jaya menempati urutan pertama pengeluaran per kapita makanan sebulan di Papua Pegunungan dengan nilai mencapai 2085646 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan 33,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori pengeluaran makanan di provinsi ini. Di urutan kedua terdapat Kabupaten Yalimo dengan nilai 1625719 rupiah yang justru mengalami penurunan 19,2 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Produksi Padi Tertinggi Ada di Jawa Timur pada 2025)
Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Lanny Jaya berada di urutan ketiga se-provinsi pada tahun 2024 dengan nilai 948110 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sangat besar sebesar 53,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh kabupaten di Papua Pegunungan. Urutan pertama masih diduduki Kabupaten Yalimo dengan nilai 1196576 rupiah meskipun mengalami penurunan 15,9 persen dari tahun sebelumnya.
Total Pengeluaran Masyarakat
Total pengeluaran masyarakat per kapita per bulan Kabupaten Lanny Jaya pada tahun 2024 mencapai 3033756 rupiah, menjadikannya kabupaten dengan pengeluaran total tertinggi di seluruh Provinsi Papua Pegunungan. Nilai ini mengalami kenaikan 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan kabupaten lain di wilayah yang sama. Kabupaten Yalimo yang sebelumnya berada di urutan pertama terpaksa turun ke posisi kedua setelah mengalami penurunan total pengeluaran sebesar 17,8 persen.
Seluruh data ini diolah dari hasil survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan secara periodik setiap tahun. Pencapaian pertumbuhan pengeluaran di Kabupaten Lanny Jaya ini perlu dicermati lebih lanjut mengingat porsi pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang sangat besar dibandingkan kebutuhan pokok lain masyarakat. Pencatatan data ini juga dapat menjadi acuan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan pengendalian konsumsi tembakau di wilayah tersebut.