Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Jepara periode semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 5,79 persen, turun 0,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Selama satu tahun terakhir jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 3.170 jiwa, sementara total penduduk wilayah ini bertambah 57.581 jiwa.
Sepanjang catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 11,75 persen pada tahun 2006. Angka terendah sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking persentase kemiskinan Kabupaten Jepara secara nasional berada di urutan 397 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2026)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 6,19 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,64 persen. Angka tahun 2025 tercatat lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 13,79 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi tahun 2006 sebesar 13,09 persen.
Kota Magelang
Berada di urutan 402 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,68 persen dengan penurunan 4,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.930 jiwa dari total 122.052 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 662,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 103,58 juta rupiah per tahun.
Kota Pekalongan
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 372, dengan angka tercatat 6,14 persen dan mengalami penurunan 8,49 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.490 jiwa dari total 317.277 jiwa penduduk yang tinggal di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 639,40 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 48,99 juta rupiah per tahun.
Kota Salatiga
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Gorontalo 2025)
Urutan 468 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 4,20 persen dan mengalami penurunan 8,10 persen pada periode terakhir. Terdapat 8.660 jiwa penduduk miskin dari total 206.246 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 630,12 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 95,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Berada di urutan 361 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,30 persen dengan penurunan 9,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 70.290 jiwa dari total 1.115.129 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 558,50 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 64,08 juta rupiah per tahun.
Kota Semarang
Posisi 482 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,80 persen dan mengalami penurunan 5,71 persen pada periode pelaporan terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 74.360 jiwa dari total 1.955.754 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 709,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 167,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Urutan 370 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 6,16 persen dan mengalami penurunan 9,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 88.700 jiwa dari total 1.438.928 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,35 juta rupiah per tahun.