Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 5,79 persen, turun 0,3 persen dari tahun sebelumnya dengan penurunan sebesar 4,93 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini sebanyak 77.670 jiwa, berkurang 3.170 jiwa dari periode 2024.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Jepara pernah mencapai angka tertinggi 11,75 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 397, bergeser 2 posisi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2025)
Catatan historis menunjukkan rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 6,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,84 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 13,79 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi tahun 2006 sebesar 13,09 persen.
Berikut adalah perbandingan dengan wilayah lain di Jawa Tengah yang memiliki angka kemiskinan berdekatan dengan Kabupaten Jepara:
Kota Magelang
Berada di peringkat 402 nasional untuk persentase kemiskinan. Angka kemiskinan tercatat 5,68 persen, turun 4,38 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 6.930 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 662,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 103,58 juta rupiah per tahun.
Kota Pekalongan
Peringkat 372 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan. Memiliki angka kemiskinan 6,14 persen, mengalami penurunan 8,49 persen pada periode terakhir. Tercatat 19.490 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan wilayah adalah 639,40 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 48,99 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Listrik, Gas dan Air Periode 2015-2025)
Kota Salatiga
Menempati urutan 468 di seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Angka kemiskinan wilayah ini adalah 4,20 persen, turun 8,10 persen pada tahun terakhir. Terdapat 8.660 jiwa penduduk miskin disini. Garis kemiskinan tercatat 630,12 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 95,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Berada di peringkat 361 nasional untuk persentase kemiskinan. Angka kemiskinan wilayah ini tercatat 6,30 persen, mengalami penurunan 9,48 persen dari periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 70.290 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 558,50 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar 64,08 juta rupiah per tahun.
Kota Semarang
Menempati urutan 482 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Memiliki angka kemiskinan 3,80 persen, turun 5,71 persen pada tahun terakhir. Tercatat 74.360 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan wilayah adalah 709,79 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 167,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Berada di peringkat 370 nasional untuk persentase kemiskinan. Angka kemiskinan wilayah ini tercatat 6,16 persen, mengalami penurunan 9,54 persen dari periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 88.700 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar 30,35 juta rupiah per tahun.