- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Pantai Gading tahun 2024 tercatat pada angka 215,93 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,71% setelah 9 tahun berturut-turut mengalami penurunan. Selama tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, rata-rata pertumbuhan bernilai minus 1,38% dimana dua tahun sebelumnya masih mengalami kontraksi, yaitu penurunan nilai produksi ekonomi riil yang berkelanjutan selama periode tahunan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat | 2024)
Jika dilihat periode lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Pantai Gading tercatat minus 1,09%. Artinya kinerja tiga tahun terakhir lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2019 dengan kontraksi sebesar 4,95%, sementara titik terendah nilai PDB PPP tercatat pada tahun 2023 di angka 214,42 unit sebelum kembali naik sedikit pada 2024.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Pantai Gading terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun pengamatan data, nilai PDB PPP Pantai Gading menunjukkan fluktuatif penurunan yang konsisten, dimana hanya ada satu kali kenaikan yaitu pada tahun 2024 ini. Anomali tercatat pada periode 2015-2021 dimana penurunan berjalan terus menerus tanpa koreksi kenaikan sama sekali, kondisi yang tidak terjadi pada sebagian besar negara kawasan Afrika pada periode yang sama.
Untuk peringkat regional kawasan Afrika, Pantai Gading turun dua peringkat dari posisi 12 pada tahun 2023 menjadi posisi 14 pada tahun 2024. Penurunan peringkat ini terjadi meskipun tahun ini mencatatkan pertumbuhan positif, karena 3 negara lain di kawasan mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Pantai Gading.
(Baca: Statistik Produksi Sawo Periode 2013-2025)
Berdasarkan proyeksi IMF hingga tahun 2030, PDB PPP Pantai Gading akan tetap stagnan pada kisaran angka 215 unit. Selama 6 tahun mendatang tidak akan ada perbaikan ekonomi yang signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan proyeksi hanya sebesar 0,01% per tahun. Artinya kenaikan kecil tahun 2024 tidak akan berlanjut menjadi tren pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Dibandingkan negara lain di kawasan Afrika, pertumbuhan 0,71% Pantai Gading tahun 2024 berada jauh di bawah rata-rata kawasan. Negara dengan pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir yaitu Malawi mencatatkan pertumbuhan tahunan rata-rata di atas 25%, bahkan 32 negara lain di Afrika memiliki pertumbuhan PDB PPP yang lebih tinggi dibandingkan Pantai Gading pada tahun 2024.
Posisi peringkat 14 kawasan Afrika tahun 2024 menempatkan Pantai Gading tepat di atas Republik Niger dan tepat di bawah Republik Afrika Tengah. Sampai dengan proyeksi tahun 2030, tidak ada indikasi Pantai Gading akan dapat memperbaiki posisi peringkat regionalnya jika tidak ada perubahan kebijakan ekonomi struktural yang signifikan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |