Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mencapai 134.675 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana nilai pengeluaran pada 2023 adalah 126.781 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 63,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 210.561 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Barat 2015 - 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilai pengeluaran adalah 112.052 rupiah, naik sedikit menjadi 114.652 rupiah pada 2019 dengan pertumbuhan 2,3 persen. Tahun 2020, pengeluaran naik signifikan menjadi 137.101 rupiah dengan pertumbuhan 19,6 persen, menjadi nilai tertinggi selama tujuh tahun. Selanjutnya, pengeluaran turun sedikit menjadi 120.341 rupiah pada 2021 dengan pertumbuhan negatif 12,2 persen, lalu turun lagi menjadi 110.741 rupiah pada 2022 dengan pertumbuhan negatif 8 persen. Tahun 2023, pengeluaran naik menjadi 126.781 rupiah dengan pertumbuhan 14,5 persen, sebelum naik lagi menjadi 134.675 rupiah pada 2024.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2024 adalah 1.230.115 rupiah, sehingga pengeluaran rokok dan tembakau menyumbang sekitar 10,9 persen dari total pengeluaran tersebut. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 158.150 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran rokok dan tembakau berada di level yang hampir sama, hanya kurang sekitar 23.475 rupiah. Pengeluaran rokok dan tembakau juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan yang sebesar 27.328 rupiah per kapita sebulan.
Kabupaten Kepulauan Meranti menempati peringkat ke-11 dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi adalah Kabupaten Rokan Hulu dengan 230.167 rupiah, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Indragiri Hilir dengan 129.973 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kepulauan Meranti (6,2%) berada di bawah beberapa wilayah lain di provinsi, seperti Kota Dumai yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,1 persen.
Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau menunjukkan variasi pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Kabupaten Rokan Hulu mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 230.167 rupiah dengan pertumbuhan 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Dumai memiliki pengeluaran 180.291 rupiah dengan pertumbuhan 19,1 persen, menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi di provinsi. Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan sedikit pengeluaran menjadi 193.299 rupiah dengan pertumbuhan negatif 8,4 persen. Kota Pekanbaru mencatat pengeluaran 163.238 rupiah dengan pertumbuhan 9,1 persen, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir memiliki pengeluaran 129.973 rupiah dengan pertumbuhan 8,8 persen.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru menempati peringkat pertama untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1.203.364 rupiah, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di kota ini adalah 2.131.019 rupiah, menempati peringkat pertama namun mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Pekanbaru mencapai 927.655 rupiah, dengan pertumbuhan 5,1 persen, yang juga menempati peringkat pertama di provinsi. Nilai pengeluaran makanan di kota ini lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di Riau, menunjukkan prioritas masyarakat Kota Pekanbaru terhadap konsumsi makanan yang cukup signifikan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Donggala | 2024)
Kota Dumai
Kota Dumai menempati peringkat kedua untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 886.635 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di kota ini adalah 1.721.806 rupiah, menempati peringkat kedua namun mengalami penurunan sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Dumai mencapai 835.171 rupiah, dengan pertumbuhan 3,8 persen, menempati peringkat kelima di provinsi. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Dumai cukup signifikan, menunjukkan bahwa masyarakat kota ini semakin banyak mengalokasikan dana untuk kebutuhan selain makanan.
Kabupaten Siak
Kabupaten Siak menempati peringkat ketiga untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 737.684 rupiah, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di kabupaten ini adalah 1.560.407 rupiah, menempati peringkat kelima dan mengalami penurunan sebesar 13,4 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Siak mencapai 822.723 rupiah, dengan pertumbuhan 12,3 persen, menempati peringkat keenam di provinsi. Penurunan total pengeluaran di kabupaten ini cukup signifikan, meskipun pengeluaran makanan mengalami kenaikan yang cukup baik.
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Pelalawan menempati peringkat keempat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 708.621 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di kabupaten ini adalah 1.554.873 rupiah, menempati peringkat keenam dan mengalami penurunan sebesar 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Pelalawan mencapai 846.251 rupiah, dengan pertumbuhan 15,4 persen, menempati peringkat keempat di provinsi. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan dan makanan di kabupaten ini cukup positif, meskipun total pengeluaran mengalami penurunan sedikit.