PDB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026

1
Agus Dwi Darmawan 05/11/2026 10:41 WIB
Image Loader
Memuat...
Neraca Perdagangan Indonesia Jun 2002 - Sep 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia September 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 3,36 miliar. Nilai ini sedikit turun 5,51 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatatkan surplus US$ 3,55 miliar, dan secara tahunan mengalami kontraksi 20,04 persen dibandingkan September 2025.

(Baca: Provinsi dengan PDRB ADHK Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Tertinggi di Indonesia (2025))

BPS mencatat posisi surplus September 2026 ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat pada April 2022 sebesar US$ 7,58 miliar. Sebaliknya, posisi ini masih jauh di atas rekor defisit terburuk yang pernah dicapai yaitu senilai -US$ 2,33 miliar pada April 2019.

Sepanjang 12 bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang sangat fluktuatif. Terjadi lonjakan surplus paling tajam pada Agustus 2026 dengan pertumbuhan bulanan mencapai 2.814 persen, yang didorong oleh penurunan impor sebesar 11,63 persen pada bulan tersebut. Sebelumnya, neraca sempat mencatatkan defisit pada Mei dan Juni 2026.

Hingga akhir September 2026, akumulasi neraca perdagangan sepanjang tahun berjalan mencatatkan total surplus US$ 10,61 miliar. Selama periode Januari sampai September 2026, nilai surplus tertinggi tercatat pada Agustus 2026, sementara posisi terlemah terjadi pada April 2026 yang hanya mencatatkan surplus tipis sebesar US$ 89 juta.

(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian Sulawesi Barat 45 Kasus)

Pada September 2026, total ekspor nasional mencapai US$ 27,59 miliar, sedikit naik 3,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Ekspor non migas menjadi satu-satunya penopang dengan pertumbuhan tahunan 12,39 persen dan bahkan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada bulan ini. Sementara itu ekspor migas justru sedikit turun dan hanya menyumbang 4,05 persen dari total ekspor tahun berjalan.

Defisit neraca migas masih menjadi beban utama surplus nasional, dengan akumulasi defisit sepanjang 8 bulan pertama tahun 2026 turun US$ 21,29 miliar. Sementara neraca non migas mencatatkan akumulasi surplus US$ 28,54 miliar pada periode yang sama, sehingga hampir seluruh surplus nasional ditutupi oleh selisih perdagangan barang non migas.

Dari pola data yang tercatat, ketahanan surplus neraca perdagangan Indonesia saat ini seluruhnya bertumpu pada kinerja ekspor non migas. Selama tekanan defisit migas belum dapat ditekan, setiap pelemahan kinerja ekspor non migas akan dengan cepat menggerus surplus nasional pada bulan-bulan mendatang.

Data Pasar

Macro update by
05 November 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Okt) 3,23% -0.05
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.137 -0.01
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Sep) 951,70 -4.08
Neraca perdagangan (Sep) 3,36 -5.51
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Sep) 27,59 +3.68
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Sep) 1,43 -10.79
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...