Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2024 sebesar 195349 rupiah, mengalami penurunan sebesar 4.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menyumbang sekitar 50.2 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 389327 rupiah. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (36524 rupiah) dan hampir setengah dari pengeluaran untuk makanan jadi (214215 rupiah).
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA12 Kota Depok 2025)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Manokwari Selatan menunjukkan fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, nilai pengeluaran masih sebesar 94150 rupiah, kemudian naik sebesar 37.8 persen menjadi 129758 rupiah di tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun sebesar 2.9 persen menjadi 126015 rupiah, sebelum mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 19.3 persen di tahun 2021 menjadi 101727 rupiah. Pengeluaran kembali naik sebesar 37.8 persen di tahun 2022 menjadi 140150 rupiah, dan mencapai pengeluaran tertinggi di tahun 2023 sebesar 203872 rupiah dengan pertumbuhan 45.5 persen sebelum turun sebesar 4.2 persen di tahun 2024.
Di tingkat provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari Selatan menempati urutan kedua dalam pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024, di belakang Kabupaten Manokwari yang mencatat nilai 214177 rupiah dengan pertumbuhan 16.9 persen. Urutan selanjutnya diisi oleh Kabupaten Teluk Bintuni (191703 rupiah, penurunan 24.6 persen), Kabupaten Fak Fak (181607 rupiah, kenaikan 9.9 persen), dan Kabupaten Teluk Wondama (145518 rupiah, kenaikan 5 persen). Di tingkat pulau Papua, wilayah ini menempati urutan keenam, dan urutan dua puluh tiga di antara seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2024 sebesar 872163 rupiah, mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 55.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempati urutan ketiga di provinsi Papua Barat, di belakang Kabupaten Manokwari (927024 rupiah) dan Kabupaten Teluk Bintuni (883542 rupiah). Pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 22.4 persen dari total pengeluaran bukan makanan di wilayah tersebut, menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau masih menjadi bagian penting dari pengeluaran masyarakat selain kebutuhan dasar.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2024 sebesar 910226 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 17.7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan kedua di provinsi Papua Barat, di belakang Kabupaten Teluk Bintuni yang mencatat nilai 948827 rupiah. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 21.5 persen dari total pengeluaran makanan, menunjukkan bahwa masyarakat masih mengalokasikan sebagian besar pengeluaran untuk kebutuhan pangan, namun konsumsi rokok dan tembakau tetap memiliki porsi yang cukup signifikan.
Kabupaten Manokwari
Kabupaten Manokwari menempati urutan pertama dalam pengeluaran untuk rokok dan tembakau di provinsi Papua Barat pada tahun 2024, dengan nilai 214177 rupiah dan pertumbuhan 16.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini sebesar 927024 rupiah, mengalami pertumbuhan 19.4 persen dari tahun 2023, dan menempati urutan pertama di provinsi. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Manokwari sebesar 905866 rupiah, naik 17.5 persen dari tahun sebelumnya, menempati urutan ketiga di provinsi setelah Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Manokwari Selatan. Kombinasi pertumbuhan pengeluaran makanan dan bukan makanan yang stabil menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat di wilayah ini masih berkembang dengan baik.
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni menempati urutan ketiga dalam pengeluaran untuk rokok dan tembakau di provinsi Papua Barat pada tahun 2024, dengan nilai 191703 rupiah dan penurunan 24.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah ini sebesar 883542 rupiah, mengalami pertumbuhan 30.4 persen dari tahun 2023, menempati urutan kedua di provinsi. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Teluk Bintuni sebesar 948827 rupiah, naik 8.6 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati urutan pertama di provinsi. Meskipun pengeluaran rokok dan tembakau menurun, pengeluaran makanan dan bukan makanan tetap mengalami kenaikan, menunjukkan bahwa masyarakat mengalokasikan lebih banyak dana untuk kebutuhan dasar dan lainnya.