Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan masyarakat Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2024 tercatat sebesar 49865 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 56760 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran kecantikan di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun secara konsisten setiap tahun tanpa periode stagnan.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga dengan Status Kepemilikan Rumah Bebas Sewa di Periode 2015-2024)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran tertinggi untuk kecantikan di Kabupaten Sidoarjo terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 57415 rupiah per kapita per bulan. Sedangkan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2020 dengan nilai 41649 rupiah per kapita. Terlihat penurunan cukup dalam terjadi pada tahun 2020, setelah itu nilai naik kembali pada tahun 2021 sebesar 35,3 persen sebelum kembali turun pada tahun berikutnya.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 di Kabupaten Sidoarjo menyumbang sekitar 13 persen dari total pengeluaran perawatan penduduk, dan setara dengan 12,9 persen dari pengeluaran untuk rokok serta tembakau per kapita. Jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, alokasi untuk kecantikan hanya mencapai 12,9 persen dari nilai rata-rata pengeluaran bulanan penduduk wilayah ini.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ke 11 dari total 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Lima wilayah di atas Kabupaten Sidoarjo secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto dan Kota Blitar. Kota Surabaya mencatatkan pengeluaran kecantikan tertinggi sebesar 82861 rupiah per kapita dengan pertumbuhan positif 37,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Surabaya secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh wilayah Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan di kota ini mencapai 2834267 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di Kota Surabaya tercatat 1696100 rupiah, nilai ini hampir 42 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Way Kanan | 2024)
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik menempati urutan ketujuh untuk pengeluaran bukan makanan dan urutan kelima untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi Jawa Timur tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan total pengeluaran per kapita bulanan sebesar 1973329 rupiah, dengan pertumbuhan positif 6,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kabupaten Gresik menempati urutan kesembilan, dua peringkat di atas Kabupaten Sidoarjo dengan nilai pengeluaran 58083 rupiah per kapita.
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran bukan makanan dan urutan ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi Jawa Timur tahun 2024. Total pengeluaran per kapita bulanan wilayah ini tercatat 2199652 rupiah, dengan pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kota Malang berada di urutan keenam se-provinsi dengan nilai 65920 rupiah per kapita per bulan.
Kota Madiun
Kota Madiun menempati urutan ketiga untuk pengeluaran bukan makanan dan urutan kedua untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi Jawa Timur tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan total pengeluaran per kapita bulanan sebesar 2251268 rupiah, dengan catatan penurunan sebesar 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kota Madiun menempati urutan kedelapan dengan nilai 58096 rupiah per kapita, dan mencatatkan penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun 2023.