Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.236,13 pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026).
Posisinya naik 10,51% (month-over-month/mom) dibanding akhir Juni 2026 yang berada di level 5.643,19.
Selama Juli 2026, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menjadi emiten top gainer setelah harga sahamnya melonjak 257,29% (mom).
Posisinya diikuti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang masing-masing meroket 241,07% (mom) dan 211,88% (mom).
Berikut 20 emiten top gainers di BEI pada Juli 2026:
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA): 257,29% (mom)
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA): 241,07%
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): 211,88%
- PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF): 208,66%
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): 179,39%
- PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH): 136,19%
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL): 126,67%
- PT Koka Indonesia Tbk (KOKA): 121,84%
- PT Bach Multi Global Tbk (BACH): 99,10%
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): 90,52%
- PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK): 82,35%
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA): 81,48%
- PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI): 81,08%
- PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE): 79,66%
- PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA): 78,87%
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST): 74,26%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 69,35%
- PT First Media Tbk (KBLV): 69,23%
- PT Futura Energi Global Tbk (FUTR): 68,67%
- PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL): 66,67%
Menurut BEI, selama Juli 2026, frekuensi perdagangan saham mencapai 47,84 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 655,60 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp329,21 triliun.
Sementara, semua indeks saham sektoral menguat pada Juli 2026. Sektor barang baku memimpin setelah melonjak 19,33% (mom), diikuti sektor energi 15,31% (mom) dan sektor industri 13,50% (mom).
(Baca: 20 Emiten "Top Gainers" di Bursa Efek Indonesia Kuartal II 2026)