IHSG Ditutup Melemah Usai Naik 5 Hari Beruntun (Rabu, 15 April 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,68% ke level 7.623,59 pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026).
Pelemahan terjadi setelah IHSG menguat selama 5 hari berturut-turut sejak Rabu pekan lalu (8/4/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor saham dalam negeri terkoreksi hari ini. Sektor kesehatan jatuh paling dalam dengan penurunan 2,81%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non-primer yang masing-masing menyusut 1,33% dan 1%.
Sementara lima sektor saham lainnya menguat. Sektor transportasi naik 3,45%, diikuti sektor industri dan sektor teknologi yang masing-masing tumbuh 1,54% dan 0,57%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 3,16 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 51,44 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp22,61 triliun.
Menurut data RTI Business, 380 saham ditutup naik hari ini, 292 saham melemah, dan 149 saham stagnan.
Emiten top loser hari ini adalah KONI yang anjlok 14,71%, diikuti MSIN dan SRAJ yang masing-masing terkoreksi 14,67% dan 13,82%.
Di sisi lain, emiten berkode SDMU menjadi top gainer setelah terbang 34,88%, diikuti BIPP yang naik 34,55% dan DEFI yang menguat 34,33%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini cenderung parkir di zona hijau. Indeks Nikkei naik 0,44% ke 58.134,24; indeks Hang Seng naik 0,29% ke 25.947,32; indeks Shanghai naik 0,015% ke 4.027,21; dan indeks Strait Times naik 0,27% ke 5.021.
(Baca: IHSG Lanjut Menguat di Tengah Negosiasi AS dan Iran (Selasa, 14 April 2026))