PT Vale Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar US$76,06 juta pada 2025. Dengan asumsi kurs US$16.917 per US$, laba tahun berjalan ini setara Rp1,28 triliun.
Keuntungan itu meroket hingga 31,68% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Kenaikan laba beriringan dengan meningkatnya pendapatan hingga 4,18% (yoy) yang menjadi US$990,19 juta pada 2025 atau Rp16,75 triliun.
Melansir Katadata, pendapatan emiten berkode INCO itu ditopang dari kenaikan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli tahun lalu dan volume pengiriman yang lebih tinggi.
Secara triwulanan, Vale membukukan pendapatan sebesar US$284,8 juta atau naik 2% dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel secara moderat.
Sepanjang 2025, Vale mencatat harga realisasi rata-rata nikel matte sebesar US$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan US$13.086 per ton pada tahun sebelumnya.
Adapun produksi nikel dalam matte Vale Indonesia mencapai 72.027 metrik ton (t). Realisasi tersebut meningkat dibandingkan produksi 2024 sebesar 71.311 t. Secara triwulanan, perusahaan memproduksi 17.052 t nikel matte pada kuartal IV 2025. Angka ini turun sekitar 12% dibandingkan kuartal III 2025 yang mencapai 19.391 t.
Penurunan terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Meski begitu, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal IV 2024 dengan produksi 18.528 t, capaian pada kuartal IV 2025 juga sedikit lebih rendah.
Selain memproduksi nikel matte, Vale juga terus memperluas portofolio komersialnya melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi.
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penjualan bijih saprolit sebesar 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan volume penjualan bulanan tertinggi pada Oktober yang mencapai 516.167 wmt.
“Secara keseluruhan, Blok Bahodopi berkontribusi terbesar terhadap penjualan bijih saprolit sepanjang tahun,” tulis manajemen dalam keterangannya, Senin (16/3/2025).
Baca Katadata oleh Nur Hana Putri Nabila: Laba Melonjak 31,6% di 2025, Intip Sumber Kinerja Vale Indonesia (INCO)