Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase penduduk miskin Provinsi Banten semester II tahun 2025 sebesar 5,51 persen. Pada periode ini terjadi penurunan sebesar 0,12 persen dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif turun 2,13 persen. Selama 5 semester terakhir, angka kemiskinan Banten tercatat terus menurun secara berurutan dari 6,17 persen pada semester I 2023, menjadi 5,84 persen, 5,7 persen, 5,63 persen hingga 5,51 persen di semester terbaru. Rata-rata penurunan selama 3 semester terakhir mencapai 0,18 persen per periode, lebih baik dibandingkan rata-rata penurunan 0,13 persen per periode dalam 5 semester terakhir.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Halmahera Barat Periode 2004 - 2025)
Selama rentang data historis 2012 hingga 2025, kenaikan tertinggi angka kemiskinan Banten terjadi pada semester I tahun 2020 dengan peningkatan sebesar 0,98 persen dan pertumbuhan 19,84 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara penurunan terendah tercatat pada semester II tahun 2014 dengan penurunan sebesar 0,54 persen. Sepanjang periode pengamatan, peringkat Banten di lingkup Pulau Jawa tetap konsisten berada di urutan ke 5, sementara peringkat nasional selama 5 semester terakhir stabil berada di urutan 29 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pada semester II 2025, angka kemiskinan Banten sebesar 5,51 persen berada di bawah angka Riau yang tercatat 6,3 persen, Kalimantan Barat 5,97 persen, Maluku Utara 5,59 persen, namun masih di atas Kalimantan Utara 5,47 persen, Sumatera Barat 5,31 persen dan Kalimantan Timur 5,19 persen. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan Banten turun 2,13 persen menjadi salah satu penurunan terbesar dibandingkan enam provinsi pembanding, hanya kalah dari penurunan Maluku Utara turun 3,79 persen.
Riau
Provinsi Riau menempati urutan peringkat 26 secara nasional pada semester terakhir dengan angka persentase penduduk miskin sebesar 6,3 persen. Pada periode ini terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,14 persen dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan positif sebesar 2,27 persen. Angka kemiskinan Riau menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi pembanding, memiliki selisih sebesar 0,79 persen lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Banten. Peringkat Riau di wilayah Pulau Sumatera berada di urutan 7 pada periode ini.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 27 secara nasional dengan nilai persentase penduduk miskin sebesar 5,97 persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 0,19 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan turun 3,08 persen. Angka ini berada 0,46 persen lebih tinggi dibandingkan angka Banten, dan menjadi nilai tertinggi kedua setelah Riau dari seluruh daftar provinsi pembanding. Di lingkup Pulau Kalimantan, Kalimantan Barat menempati urutan pertama untuk nilai persentase penduduk miskin pada semester ini.
Maluku Utara
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Blitar | 2004 - 2025)
Maluku Utara tercatat memiliki persentase penduduk miskin sebesar 5,59 persen dan menempati peringkat 28 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 0,22 persen dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan turun 3,79 persen menjadi penurunan terbesar diantara seluruh provinsi pembanding. Nilai kemiskinan Maluku Utara hanya berbeda 0,08 persen lebih tinggi dibandingkan angka Banten, dan menempati urutan kedua di wilayah Pulau Maluku pada periode pengamatan ini.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara memiliki nilai persentase penduduk miskin sebesar 5,47 persen dan menempati peringkat 30 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan penurunan sedikit sebesar 0,07 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan turun 1,26 persen. Nilai ini berada 0,04 persen lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan Banten, menjadikan Kalimantan Utara sebagai satu-satunya provinsi di wilayah Kalimantan yang memiliki angka kemiskinan lebih rendah dibandingkan Banten pada semester ini.
Sumatera Barat
Sumatera Barat tercatat memiliki persentase penduduk miskin sebesar 5,31 persen dan menempati peringkat 31 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 0,04 persen dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan turun 0,75 persen. Angka kemiskinan Sumatera Barat berada 0,2 persen lebih rendah dibandingkan nilai Banten, dan menempati urutan ke 8 di wilayah Pulau Sumatera pada periode pengamatan semester II tahun 2025 ini.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat 32 secara nasional dengan nilai persentase penduduk miskin sebesar 5,19 persen. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 0,02 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan positif sebesar 0,39 persen. Angka ini menjadi nilai terendah diantara seluruh provinsi pembanding, memiliki selisih sebesar 0,32 persen lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Banten. Di lingkup Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur menempati urutan ketiga pada periode ini.