Berdasarkan laporan keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), pendapatan bersih BNBR selama 2025 tercatat sebesar Rp3,74 triliun, turun 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kendati demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BNBR meroket 50,75% (yoy) menjadi Rp493,85 miliar.
Lonjakan laba terutama ditopang keuntungan dari pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya senilai Rp422,38 miliar; serta keuntungan dari pembelian diskon Rp320,13 miliar pada 2025. Pada 2024, dua pos ini kosong.
Sampai 31 Desember 2025, BNBR mencatatkan nilai aset sebesar Rp23,57 triliun, meroket 245,09% (yoy).
BNBR menjelaskan, lonjakan total aset dipicu tujuh faktor, di antaranya kenaikan kas dan setara kas sehubungan akuisisi entitas anak, yaitu PT Cimanggis Cibitung Tollways senilai Rp68 miliar.
Kemudian ada penambahan investasi dalam bentuk Exchangeable Bonds dalam rupiah di Fortesque Investment Holdings Limited sebesar Rp150 miliar, di Bellridge Holding Limited Rp255,2 miliar, serta pelepasan saham yang dapat dijual sebesar Rp9 miliar.
Total liabilitas BNBR pada 2025 mencapai Rp18,90 triliun, melesat 547,60% (yoy). Lalu total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 naik 19,43% (yoy) menjadi Rp4,67 triliun.
(Baca: Pendapatan dan Laba CIMB Niaga (BNGA) Tumbuh Positif pada 2025)