IHSG Ditutup Melemah Usai Rilis Pertumbuhan Ekonomi (Kamis, 5 Februari 2026)

1
Nabilah Muhamad 05/02/2026 18:02 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 5 Februari 2025-5 Februari 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,53% ke level 8.103,88 pada penutupan perdagangan Kamis (5/2/2026).

Penurunan indeks terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan pertumbuhan ekonomi tahunan, yang menyatakan ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11% (year-on-year/yoy).

"Pertumbuhan ekonomi di atas 5% tentu bagus bagi pasar, tapi sekarang pasar terpengaruh global," kata praktisi pasar modal, Hans Kwee, dilansir Antara (5/2/2026).

(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sedikit Menguat pada 2025)

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor industri turun paling dalam 1,35%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing jatuh 1,23% dan 1,20%.

Sementara hanya ada satu sektor saham yang menguat, yaitu sektor barang konsumen primer yang naik 0,79%.

Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,55 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 35,99 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp20,06 triliun.

Sebanyak 349 saham ditutup melemah hari ini, lalu 299 saham menguat, dan 172 saham stagnan.

Emiten berkode MORA menjadi top loser setelah anjlok 14,93%, diikuti PIPA yang melemah 14,92% dan MINA yang ambles 14,86%.

Sementara emiten top gainer hari ini adalah CTTH yang terbang 34,48%, diikuti NZIA dan KOCI yang masing-masing naik 34,31% dan 33,77%.

Bursa kawasan Asia sore ini ditutup bervariasi. Indeks Nikkei turun 0,88% ke 53.818,04; indeks Hang Seng naik 0,14% ke 26.885,24; indeks Shanghai turun 0,64% ke 4.075,92; dan indeks Strait Times naik 0,21% ke 4.975,87.

(Baca: IHSG Ditutup Menguat Lagi meski Tipis (Rabu, 4 Februari 2026))

Editor : Adi Ahdiat

Data Populer

Loading...