Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Indonesia periode pertama Februari 2026 sebesar US$106,11 per ton.
Harga tersebut dinaikkan 2% dari kedua Januari 2026 yang sebesar US$104,03 per ton.
Pada periode awal Februari ini, hampir seluruh kelas batu bara dinaikkan.
HBA I ditetapkan sebesar US$73,96 per ton. Naik cukup besar dari periode kedua Januari 2026 yang sebesar US$71,61 per ton.
Selanjutnya, HBA II sebesar US$48,21 per ton. Turun tipis dari sebelumnya yang sebesar US$48,39 per ton.
Terakhir, HBA III sebesar US$35,83 per ton. Naik dari periode akhir Januari yang sebesar US$35,83 per ton.
Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (Kepmen ESDM) Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama bulan Februari tahun 2026, pada 29 Januari 2026.
HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%.
HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batu bara, yakni:
- HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.
- HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.
- HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.
- HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.
(Baca: Akhir 2025, Pemerintah Naikkan Harga Acuan Seluruh Kelas Batu Bara RI)