Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham sektor barang konsumen non-primer secara umum memiliki kinerja cukup baik pada 2025.
Sejak awal tahun sampai 30 Desember 2025, indeks saham sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) meningkat 46,89% (ytd).
Meski hanya masuk peringkat kedelapan dari 11 indeks saham sektoral di BEI, angka tersebut lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pertumbuhannya 22% (ytd).
Sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) ini berisi emiten produsen atau distributor barang/jasa yang dijual ke konsumen akhir.
Namun, produknya bersifat siklis atau dipengaruhi siklus ekonomi, di mana permintaannya naik saat ekonomi menguat, dan turun saat ekonomi melemah. Hal ini terjadi karena produk tersebut merupakan kebutuhan sekunder.
Contoh produk dari sektor ini adalah mobil dan komponennya, barang rumah tangga tahan lama, fashion, perlengkapan olahraga dan hobi, jasa pariwisata, rekreasi, perusahaan media, periklanan, hiburan, dan ritel barang kebutuhan sekunder lainnya.
(Baca: Ini Sektor Saham dengan Kinerja Terbaik di BEI Tahun 2025)
Sampai akhir kuartal III 2025, ada 164 emiten sektor barang konsumen non-primer yang tercatat di basis data BEI.
Di antara seluruh emiten ini, yang memiliki aset terbesar adalah PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).
Berikut daftar 10 emiten sektor barang konsumen non-primer dengan nilai total aset terbesar pada akhir kuartal III 2025, menurut data BEI:
- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS): Rp72,12 triliun
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR): Rp36,34 triliun
- PT MNC Land Tbk (KPIG): Rp35,76 triliun
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp30,84 triliun
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Rp28,57 triliun
- PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN): Rp25,26 triliun
- PT Astra Otoparts Tbk (AUTO): Rp23,02 triliun
- PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): Rp22,32 triliun
- PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA): Rp13,21 triliun
- PT Indorama Synthetics Tbk (INDR): Rp12,61 triliun