Sentimen Publik Soal Kelas Menengah di Tiktok Februari 2026

1
Irfan Fadhlurrahman 09/03/2026 13:53 WIB
Image Loader
Memuat...
Persentase Sentimen Perbincangan di Tiktok tentang Kelas Menengah (21 Februari 2026-28 Februari 2026)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Kelas menengah memegang peranan krusial dalam aspek ekonomi maupun non-ekonomi.

Hal tersebut menyebabkan, perhatian terhadap situasi kelompok ini di media sosial dan media online meningkat.

Tim Databoks menganalisis perbincangan mengenai kelas menengah dari media online dan media sosial Instagram, TikTok, dan X.

Merujuk sampel perbincangan di Tiktok mengenai kelas menengah selama Februari 2026, ada 5 temuan utama terkait perbincangan tersebut yakni.

  1. Tekanan Ekonomi dan Ketidakstabilan Lapangan Kerja

    Rakyat merasakan penurunan daya beli, PHK massal, dan kesulitan menjaga usaha, terutama UMKM, di tengah krisis ekonomi yang tidak stabil.

  2. Kontroversi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Program MBG menjadi sorotan karena alokasi anggaran yang besar, pelaksanaan yang tidak sesuai standar gizi, dan tuduhan penyalahgunaan dana yang merugikan sektor pendidikan.

  3. Ketidakadilan dalam Sistem Kesejahteraan dan Pendidikan

    Guru honorer menerima gaji minim tanpa jaminan pekerjaan, sementara anggaran pendidikan dialihkan ke program MBG, menimbulkan ketidakadilan dan frustasi di kalangan pendidik.

  4. Khawatiran Terhadap Keamanan Data Pribadi dan Perjanjian Dagang dengan AS

    Rakyat cemas akan perjanjian dagang AS yang memungkinkan transfer data pribadi ke luar negeri, tanpa perlindungan yang memadai terhadap privasi warga.

  5. Krisis Keuangan Pribadi dan Kelas Menengah yang Tertekan

    Kelas menengah mengalami tekanan finansial akibat inflasi, cicilan, dan hilangnya keamanan ekonomi, sementara upaya untuk meningkatkan pendapatan melalui investasi atau side hustle tidak selalu berhasil.

Dari sampel perbincangan tersebut, sentimen negatif menorehkan angka tertinggi yakni 67,5% dari total sentimen yang dianalisis.

Adapun perbincangan dengan sentimen netral sebesar 20,06% dan positif 12,44%.

Sentimen negatif menunjukkan perbincangan mengenai menghadapi PHK sepihak tanpa pesangon atau jaminan dari perusahaan, termasuk anak perusahaan BUMN.

Sementara, perbincangan dengan sentimen positif berisi memperhatikan upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberikan bantuan sosial seperti THR dan stimulus fiskal.

(Baca: Provinsi dengan Realisasi Investasi Sektor Hilir Tertinggi di Indonesia 2025)

Data Populer

Loading...