Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Realisasi Investasi PMA di Kalimantan Timur pada tahun 2024 sebesar US$ 588.981.9 Ribu. Angka ini menunjukkan penurunan turun 55.81% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai US$ 1.332.710.6 Ribu. Data historis menunjukkan fluktuasi investasi PMA di Kalimantan Timur, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 1994 sebesar 98161.99% dan penurunan terendah pada tahun 2001 turun 95.53%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar US$ 1.114.640 Ribu, realisasi investasi tahun 2024 lebih rendah.
Realisasi investasi PMA Kalimantan Timur tahun 2024 juga lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023) sebesar US$ 950.082.1 Ribu. Secara ranking di Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur berada di peringkat 2 pada tahun 2024. Posisi ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dimana Kalimantan Timur menduduki peringkat 1. Secara nasional, Kalimantan Timur berada di peringkat 15 dalam realisasi investasi PMA pada tahun 2024.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu Periode 2013-2024)
Pada tahun 2017, Realisasi Investasi PMA di Kalimantan Timur menunjukkan anomali. Nilainya meningkat sebesar 12.78% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini kontras dengan periode setelahnya yang cenderung fluktuatif. Anomali ini perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Realisasi Investasi PMA di Kalimantan Timur mengalami fluktuasi selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, investasi PMA tetap menjadi salah satu indikator penting dalam perekonomian daerah.
Penting untuk dicatat bahwa data ini mencerminkan realisasi investasi PMA. Artinya investasi yang benar-benar terealisasi, bukan hanya rencana investasi. Fluktuasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, dan iklim investasi.
Papua Tengah
Dengan nilai investasi sebesar US$ 635.796.1 Ribu, Papua Tengah menduduki peringkat ke-12 secara nasional dalam realisasi investasi PMA. Meskipun demikian, terjadi penurunan signifikan turun 34.32% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mengakibatkan selisih nilai turun 332.246.6 Ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun mengalami penurunan, Papua Tengah tetap menjadi salah satu wilayah dengan potensi investasi yang menjanjikan di Indonesia Timur.
(Baca: Produksi Jeruk Besar Periode 2013-2023)
Sumatera Utara
Sumatera Utara mencatatkan realisasi investasi PMA sebesar US$ 626.618.8 Ribu, berada di peringkat ke-13 secara nasional. Terjadi penurunan tajam turun 46.95% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai turun 554.665.6 Ribu. Dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya yang mencapai US$ 1.316.127.4 Ribu, penurunan ini cukup signifikan, menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi iklim investasi di Sumatera Utara.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan mencatat nilai realisasi investasi PMA sebesar US$ 605.497.4 Ribu, berada di urutan ke-14 secara nasional. Penurunan yang cukup besar juga terjadi di wilayah ini, yakni turun 59.05% dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilai investasi turun 873.053.4 Ribu. Dengan penurunan yang signifikan ini, Sumatera Selatan perlu mengidentifikasi strategi baru untuk menarik investor dan meningkatkan daya saing di tingkat regional dan nasional.
Kalimantan Barat
Realisasi investasi PMA di Kalimantan Barat tercatat sebesar US$ 267.073 Ribu, menduduki peringkat ke-16 secara nasional. Terjadi penurunan turun 45.55% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menghasilkan selisih turun 223.396.1 Ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan potensi sumber daya alam yang dimilikinya, Kalimantan Barat perlu meningkatkan promosi investasi dan memperbaiki infrastruktur pendukung untuk menarik lebih banyak investor.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan nilai realisasi investasi PMA sebesar US$ 216.128.9 Ribu dan menduduki peringkat ke-17 secara nasional. Terjadi penurunan signifikan turun 69.02% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, selisih nilai investasi turun 481.507.8 Ribu. Peningkatan iklim investasi dan kemudahan perizinan dapat menjadi fokus utama untuk membalikkan tren penurunan ini.
Papua Barat
Papua Barat mencatatkan pertumbuhan realisasi investasi PMA yang sangat signifikan, yaitu 648.09% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai investasi sebesar US$ 215.261.3 Ribu. Hal ini menempatkan Papua Barat di peringkat ke-18 secara nasional. Kenaikan ini menghasilkan selisih sebesar 186.486.4 Ribu. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar Papua Barat dalam menarik investasi asing, meskipun masih perlu upaya berkelanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan infrastruktur pendukung.