Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat produksi daging ayam ras pedaging Provinsi Kalimantan Selatan pada akhir tahun 2025 mencapai 123330,5 Ton. Sepanjang 26 tahun periode pencatatan sejak tahun 2000, produksi menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,29%. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan produksi sebesar 8,62% dibandingkan tahun 2024, setelah sebelumnya pada tahun 2023 dan 2024 mencatatkan penurunan produksi secara beruntun.
(Baca: Update 2024: Produksi Stroberi di Jawa Barat)
Rata-rata pertumbuhan produksi 3 tahun terakhir Kalimantan Selatan tercatat minus 6,53%, angka ini menunjukkan performa yang lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 8,11%. Kenaikan produksi tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2022 dengan lonjakan 54% dan memecahkan rekor produksi tertinggi sebesar 157544,24 Ton. Sementara penurunan produksi terbesar terjadi pada tahun 2023 dengan penurunan sebesar 27,21% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang periode pencatatan, Kalimantan Selatan secara konsisten menduduki peringkat 1 produksi daging ayam ras pedaging di wilayah Pulau Kalimantan sejak tahun 2007 sampai 2025. Pada tahun 2025, provinsi ini berada pada peringkat 8 secara nasional, naik satu peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di peringkat 9. Nilai produksi 2025 Kalimantan Selatan tercatat berada di atas nilai rata-rata produksi sepanjang periode pencatatan.
Banten
Banten menduduki peringkat pertama produksi daging ayam ras pedaging di Pulau Jawa dan peringkat 5 secara nasional dengan nilai produksi tahun terakhir mencapai 248695,73 Ton. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan produksi sebesar 9,89% pada periode tercatat, dengan selisih kenaikan produksi mencapai 22376,63 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai produksi Banten tercatat lebih dari dua kali lipat nilai produksi Kalimantan Selatan pada tahun yang sama, menjadikan wilayah ini salah satu penghasil utama daging ayam nasional.
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada pada peringkat 6 nasional dan peringkat 1 di wilayah Pulau Sumatera untuk produksi daging ayam ras pedaging, dengan total produksi mencapai 203489,32 Ton pada tahun tercatat. Pertumbuhan produksi wilayah ini tercatat sebesar 2,81%, dengan kenaikan nilai produksi sebesar 5556 Ton dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun menempati urutan teratas di Pulau Sumatera, pertumbuhan Sumatera Utara tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Kalimantan Selatan pada tahun yang sama.
(Baca: Statistik Nilai Transaksi Periode 2015-2025)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan mencatatkan posisi peringkat 7 nasional dan peringkat 2 di Pulau Sumatera dengan total produksi daging ayam ras pedaging sebesar 138148,44 Ton. Wilayah ini mendapatkan pertumbuhan produksi sebesar 2,90% pada periode tercatat, dengan penambahan produksi sebesar 3891,35 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai produksi Sumatera Selatan hanya terpaut sekitar 14 ribu Ton dari nilai produksi Kalimantan Selatan pada tahun tercatat.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat 9 secara nasional dan menjadi produsen terbesar di Pulau Sulawesi dengan nilai produksi daging ayam ras pedaging mencapai 120510,2 Ton. Wilayah ini mencatatkan sedikit penurunan produksi sebesar 0,58% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah dari daftar perbandingan yang mengalami penurunan produksi pada periode tercatat. Nilai produksi Sulawesi Selatan sedikit berada di bawah nilai produksi Kalimantan Selatan tahun 2025.
Lampung
Lampung berada pada peringkat 10 nasional dan peringkat 3 di wilayah Pulau Sumatera dengan total produksi daging ayam ras pedaging sebesar 115877,01 Ton. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan produksi sebesar 9,45% pada periode tercatat, dengan penambahan total produksi sebesar 10005,7 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan Lampung hampir menyamai tingkat pertumbuhan yang dicapai Kalimantan Selatan pada tahun 2025.
Riau
Riau menempati posisi peringkat 11 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Sumatera untuk produksi daging ayam ras pedaging, dengan total nilai produksi mencapai 113346,32 Ton. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan produksi sebesar 8,24% pada periode tercatat, dengan penambahan total produksi sebesar 8625,79 Ton dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai produksi Riau tercatat sekitar 10 ribu Ton lebih rendah dibandingkan produksi Kalimantan Selatan tahun 2025.