Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB sektor industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik Sulawesi Utara pada tahun 2025 mencapai 506,63 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan 82,24% selama 16 tahun atau rata-rata tumbuh 4,08% setiap tahunnya. Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Periode 2013-2025)
Selama periode pencatatan, kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan 17,68%, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2020 turun 9,13%. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir berada di angka 2,54%, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 5,01%. Hal ini menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan sektor industri barang elektronik di Sulawesi Utara dalam tiga tahun terakhir.
Secara peringkat, Sulawesi Utara secara konsisten menempati urutan ke-3 di wilayah Pulau Sulawesi sepanjang 16 tahun periode data. Pada tingkat nasional, peringkat Sulawesi Utara saat ini berada di urutan 14, tidak mengalami perubahan selama 5 tahun terakhir. Nilai PDRB sektor ini pada tahun 2025 tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode yang sebesar 401,99 Rp miliar.
Untuk perbandingan antar provinsi di tingkat nasional, Sulawesi Tenggara sebagai provinsi lain di Pulau Sulawesi mencatat nilai PDRB sektor yang sama sebesar 622,05 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan 1,38% dan berada di peringkat 13 nasional. Sementara itu Sumatera Selatan memiliki nilai 693,69 Rp miliar, tumbuh 1,73% dan menempati peringkat 12 nasional, tepat berada satu peringkat di atas Sulawesi Utara.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 11 nasional untuk sektor ini, menjadi provinsi dengan nilai tertinggi diantara kelompok perbandingan dengan nilai PDRB tahun 2025 sebesar 1063,55 Rp miliar. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,31% pada tahun terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 13,79 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Barat berada di urutan ke 2, membuktikan bahwa sektor industri barang elektronik disini memiliki fondasi nilai yang jauh lebih besar dibandingkan Sulawesi Utara.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan berada di peringkat 12 nasional, satu tingkat diatas Sulawesi Utara, dengan total nilai PDRB sektor industri barang elektronik tahun 2025 mencapai 693,69 Rp miliar. Pertumbuhan tahun terakhir provinsi ini tercatat 1,73%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Utara yang hanya 0,6% pada periode yang sama. Di wilayah Pulau Sumatera, Sumatera Selatan menempati urutan ke 3, dengan selisih kenaikan nilai tahunan sebesar 11,78 Rp miliar.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Utara | 2024)
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara merupakan satu-satunya provinsi lain dari Pulau Sulawesi dalam kelompok perbandingan, menempati peringkat 13 nasional serta urutan ke 2 di dalam Pulau Sulawesi. Nilai PDRB sektor ini di Sulawesi Tenggara mencapai 622,05 Rp miliar pada tahun 2025, atau sekitar 22,78% lebih besar dibandingkan nilai yang dicatat Sulawesi Utara. Pertumbuhan tahun terakhir provinsi ini tercatat 1,38%, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan Sulawesi Utara di tahun yang sama.
Lampung
Lampung menempati peringkat 15 nasional, satu tingkat dibawah Sulawesi Utara, dengan nilai PDRB sektor industri barang elektronik tahun 2025 sebesar 330,57 Rp miliar. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 4,84% pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya wilayah dalam kelompok perbandingan yang mencatat pertumbuhan negatif pada periode 2025. Di wilayah Pulau Sumatera, Lampung berada di urutan ke 4, dengan penurunan nilai sebesar 16,83 Rp miliar dibandingkan tahun 2024.
Riau
Riau berada di peringkat 16 nasional, dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 288,05 Rp miliar pada tahun 2025. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 4,13% pada tahun terakhir, laju pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Utara di periode yang sama. Di wilayah Pulau Sumatera, Riau menempati urutan ke 5, dengan kenaikan nilai sebesar 11,42 Rp miliar dibandingkan catatan tahun 2024.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat 17 nasional, menjadi provinsi dengan nilai terendah pada kelompok perbandingan dengan catatan PDRB 247,82 Rp miliar untuk sektor ini pada tahun 2025. Provinsi ini mencatat pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 9,21% pada tahun terakhir, dengan kenaikan nilai mencapai 20,9 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Utara berada di urutan ke 3.