Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Denpasar untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 65824 rupiah per orang setiap bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan catatan tahun 2023. Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat selama rentang data tahun 2018 hingga 2024.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik di Sulawesi Utara | 2025)
Apabila dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat, pengeluaran untuk kecantikan Kota Denpasar menyumbang sekitar 12,9 persen dari total pengeluaran perawatan, sekitar 6,4 persen dari pengeluaran aneka barang dan jasa, serta sekitar 15,7 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulan. Nilai ini juga setara dengan 15,7 persen pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulannya.
Selama tujuh tahun terakhir tercatat pergerakan pengeluaran kecantikan yang berubah setiap tahun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 18,8 persen, kemudian pada tahun 2020 naik 22 persen, turun sedikit 7,2 persen pada tahun 2021, turun 33,9 persen pada tahun 2022, kemudian naik 55,1 persen pada tahun 2023 dan dilanjutkan kenaikan 12 persen pada tahun 2024. Terjadi anomali penurunan paling dalam pada tahun 2022 yang menjadikan nilai pengeluaran kecantikan pada tahun tersebut menjadi nilai terendah sepanjang periode data.
Berdasarkan perbandingan wilayah se-provinsi Bali, Kota Denpasar menduduki peringkat kedua untuk besaran pengeluaran kecantikan tahun 2024. Peringkat pertama ditempati oleh Kabupaten Badung dengan nilai pengeluaran 69242 rupiah per kapita per bulan, diikuti Denpasar, kemudian Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli secara berurutan. Secara nasional, Kota Denpasar menduduki peringkat 40 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran kecantikan.
Kabupaten Badung mencatat pertumbuhan pengeluaran kecantikan sebesar 26,6 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah di Provinsi Bali. Sementara Kabupaten Gianyar mencatat pengeluaran kecantikan sebesar 40739 rupiah dengan penurunan sedikit 4,6 persen, Kabupaten Tabanan turun sedikit 3 persen, Kabupaten Bangli turun 17,5 persen dan Kabupaten Jembrana turun sedikit 3,1 persen. Peringkat seluruh wilayah di provinsi Bali untuk kategori ini tidak mengalami perubahan urutan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Badung
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Kapuas | 2024)
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Badung untuk seluruh kebutuhan makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 mencapai 2784529 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 18,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan wilayah ini tetap menduduki peringkat pertama tertinggi di seluruh Provinsi Bali. Pengeluaran untuk makanan saja mencapai 1148434 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 18,4 persen, sementara pengeluaran bukan makanan mencapai 1636096 rupiah dengan pertumbuhan 19 persen. Seluruh indikator pengeluaran di wilayah ini mencatat kenaikan yang konsisten dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi.
Kabupaten Gianyar
Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Gianyar untuk seluruh makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 tercatat sebesar 2182126 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi peringkat tetap berada di urutan kedua di Provinsi Bali. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini tumbuh 15 persen menjadi 884801 rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan justru mengalami penurunan 6,4 persen menjadi 1297324 rupiah. Hal ini menunjukkan pergeseran pola belanja masyarakat yang lebih memprioritaskan kebutuhan makanan pada tahun 2024.
Kabupaten Tabanan
Kabupaten Tabanan tercatat memiliki total pengeluaran per kapita sebesar 1826190 rupiah per bulan pada tahun 2024, mengalami penurunan sedikit 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini tetap menduduki peringkat ketiga di Provinsi Bali untuk besaran total pengeluaran masyarakat. Pengeluaran makanan di wilayah ini tumbuh 2,9 persen menjadi 778900 rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan turun sedikit 2,9 persen menjadi 1047290 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran makanan yang kecil tidak mampu menutupi penurunan belanja barang bukan makanan di wilayah ini.
Kabupaten Bangli
Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Bangli untuk seluruh kebutuhan pada tahun 2024 mencapai 1653918 rupiah per kapita setiap bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan wilayah ini salah satu yang mencatat pertumbuhan total pengeluaran positif diantara wilayah tengah dan timur Bali. Peringkat wilayah ini tetap berada di urutan keempat se-provinsi. Pengeluaran makanan tumbuh 12,5 persen menjadi 847320 rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan juga tumbuh 3,9 persen menjadi 806598 rupiah.