Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada akhir 2025 mencapai 7950 juta rupiah. Selama 16 tahun periode pengamatan sejak 2010, sektor ini tidak pernah mengalami penurunan nilai, seluruh 15 periode perbandingan tahunan selalu menunjukkan kenaikan. Tren pertumbuhan secara konsisten positif dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sepanjang periode sebesar 7,39 persen. Nilai akhir 2025 merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah pencatatan untuk wilayah ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bandar Lampung | 2004 - 2025)
Sepanjang data historis, kenaikan tertinggi tahunan terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan nilai sebesar 500 juta rupiah dibanding tahun sebelumnya, atau tumbuh 8,52 persen. Sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2016 yang hanya mencatat penambahan 170 juta rupiah dengan pertumbuhan 4 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 5,40 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang sebesar 6,26 persen, dan juga lebih rendah dibanding rata-rata seluruh periode.
Untuk posisi peringkat, Kabupaten Kayong Utara berada di urutan 42 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Kalimantan pada tahun 2025, mengalami kenaikan satu peringkat dibanding posisi tahun 2024. Pada skala nasional, wilayah ini menempati peringkat 319 seluruh Indonesia, mengalami peningkatan satu peringkat dari tahun sebelumnya. Posisi nilai akhir 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pencatatan untuk sektor ini.
Kota Mojokerto
Kota Mojokerto menempati peringkat 117 tingkat pulau dan 316 tingkat nasional untuk sektor yang sama, dengan nilai PDRB akhir 2025 sebesar 8510 juta rupiah. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah dari kelompok perbandingan yang mencatat pertumbuhan negatif, yaitu minus 4,17 persen dengan penurunan nilai sebesar 370 juta rupiah dibanding tahun sebelumnya. Nilai wilayah ini masih berada di atas nilai Kabupaten Kayong Utara meskipun menunjukkan tren kontraksi pada periode terakhir.
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu dari wilayah Sumatera menempati peringkat 80 tingkat pulau dan 317 nasional, mencatatkan nilai akhir 8300 juta rupiah. Wilayah ini tumbuh 5,2 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 410 juta rupiah dibanding periode sebelumnya. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kabupaten Kayong Utara, namun nilai absolut PDRB sektor ini masih lebih besar sekitar 350 juta rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Aceh 2025)
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi dari seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 14,54 persen pada tahun terakhir. Dengan nilai akhir 8029 juta rupiah, wilayah ini berada di peringkat 47 tingkat pulau dan 318 nasional. Penambahan nilai tahunan mencapai 1019 juta rupiah, hampir tiga kali lipat penambahan nilai yang dicapai Kabupaten Kayong Utara pada periode 2025.
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten Kepulauan Selayar menempati peringkat 48 tingkat pulau Sulawesi dan 320 tingkat nasional, dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 7770 juta rupiah. Wilayah ini tumbuh 2,37 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 180 juta rupiah. Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding capaian Kabupaten Kayong Utara, dan nilai absolutnya juga berada 180 juta rupiah dibawah nilai Kayong Utara tahun 2025.
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika Papua menempati posisi tertinggi dari seluruh wilayah perbandingan yaitu peringkat 10 tingkat pulau dan 321 nasional, dengan nilai PDRB sebesar 7760 juta rupiah. Wilayah ini tumbuh 5,87 persen pada tahun terakhir, sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan Kabupaten Kayong Utara tahun 2025. Penambahan nilai mencapai 430 juta rupiah, atau sekitar 10 juta rupiah lebih tinggi dibanding penambahan nilai Kayong Utara pada periode yang sama.
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Enrekang Sulawesi menempati peringkat 49 tingkat pulau dan 322 tingkat nasional, mencatatkan nilai akhir 7700 juta rupiah. Wilayah ini tumbuh 4,62 persen pada tahun terakhir dengan penambahan nilai sebesar 340 juta rupiah. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibanding capaian Kabupaten Kayong Utara tahun 2025, dan nilai absolut sektor ini berada 250 juta rupiah dibawah nilai Kayong Utara.