Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semesteran kemiskinan Kota Bandar Lampung tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 6,95 persen, turun 0,42 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini 80.190 jiwa, turun sebanyak 3.690 jiwa dari periode tahun 2024. Wilayah ini menempati peringkat 330 secara nasional dan peringkat 98 di wilayah Pulau Sumatera.
Catatan historis sepanjang 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 15,41 persen. Nilai 6,95 persen di tahun 2025 menjadi angka terendah sepanjang catatan data. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi tahun 2008 sebesar 63,24 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat tahun 2021 turun 9,88 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser terus membaik sejak tahun 2004 dari posisi 364.
(Baca: 9,95% Penduduk di Kabupaten Gresik Masuk Kategori Miskin)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,36 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 8,05 persen. Angka tahun 2025 berada sedikit lebih rendah dibanding kedua rata-rata tersebut. Selama dua dekade terakhir, hanya terjadi kenaikan persentase kemiskinan pada 7 periode tahun, selebihnya menunjukkan pergerakan turun.
Berikut perbandingan kondisi dengan kabupaten kota di Provinsi Lampung yang memiliki angka kemiskinan berdekatan dengan Kota Bandar Lampung:
Kabupaten Mesuji
Berada di peringkat 388 nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 5,92 persen dengan penurunan sebesar 6,18 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebanyak 12.140 jiwa. Pendapatan per kapita mencapai 62,95 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 584,31 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 5,14 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Metro
Peringkat 352 secara nasional, memiliki persentase kemiskinan 6,44 persen dengan penurunan 5,01 persen pada periode terbaru. Terdapat 11.580 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin di wilayah ini. Pendapatan masyarakat per kapita tercatat 51,74 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan mencapai 596,14 ribu rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan cukup besar sebesar 18,48 persen dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Kediri | 2004 - 2025)
Kabupaten Pringsewu
Menempati urutan 302 nasional, persentase penduduk miskin berada di angka 7,60 persen dengan penurunan 8,65 persen setahun terakhir. Sebanyak 31.660 jiwa penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 38,20 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan 613,17 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 5,10 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Peringkat 338 secara nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 6,72 persen dengan penurunan 6,93 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 19.040 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 55,87 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan berada di angka 577,73 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6,20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Tulang Bawang
Berada di peringkat 305 nasional, memiliki persentase kemiskinan 7,54 persen dengan penurunan 4,31 persen pada tahun terakhir. Sebanyak 36.140 jiwa penduduk masuk dalam kategori miskin. Pendapatan per kapita wilayah ini menjadi yang tertinggi diantara kelompok wilayah perbandingan, yaitu sebesar 72,99 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan 588,73 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Way Kanan
Menempati urutan 240 secara nasional, persentase penduduk miskin tercatat 9,36 persen dengan penurunan 10,26 persen yaitu penurunan terbesar diantara seluruh wilayah perbandingan. Terdapat 44.170 jiwa penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pendapatan per kapita tercatat 41,73 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan yang terendah yaitu 501,22 ribu rupiah per kapita per bulan.