Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Limbah dan Daur Ulang Provinsi Riau pada kuartal I 2026 mencapai 32,48 Rp miliar. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak tahun 2010, dengan kenaikan sebesar 3,89 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sepanjang 65 periode triwulanan yang tercatat, sektor ini menunjukkan tren kenaikan konsisten, dengan total peningkatan nilai mencapai 133 persen dari nilai pertama yang tercatat pada awal 2010.
(Baca: Jumlah Perceraian Sumatera Selatan 778 Kasus Data per 2024)
Pada 3 kuartal terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor ini di Riau mencapai 2,59 persen per triwulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang hanya 1,41 persen. Sementara rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir tercatat sebesar 2,88 persen, yang juga menunjukkan performa sektor ini sedang berada di atas rata-rata historis jangka panjang. Peningkatan tertinggi sepanjang catatan terjadi pada kuartal IV 2022 dengan kenaikan 8,36 persen, sedangkan penurunan terendah pernah terjadi pada kuartal I 2011 sebesar 16,61 persen.
Untuk peringkat regional, pada kuartal terakhir Riau berada di urutan ke-8 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, dan menempati urutan ke-25 secara nasional. Peringkat ini menunjukkan peningkatan dibandingkan 5 kuartal sebelumnya yang sempat berada di urutan ke-28 nasional. Sepanjang 5 periode terakhir, peringkat Riau secara konsisten mengalami perbaikan perlahan meskipun sempat mengalami fluktuasi pergeseran 1 sampai 2 posisi setiap triwulan.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu mencatat nilai PDRB sektor ini sebesar 47,6 Rp miliar pada periode yang sama, menempati urutan ke-7 di Pulau Sumatera dan urutan 22 secara nasional. Sektor ini mengalami penurunan sedikit sebesar 5,41 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 2,72 Rp miliar. Nilai yang tercatat di Bengkulu masih 46 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Provinsi Riau pada kuartal yang sama, menjadikannya salah satu provinsi di Sumatera dengan performa sektor pengelolaan limbah yang lebih tinggi dibanding Riau.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatat nilai PDRB sektor pengadaan air dan pengelolaan limbah sebesar 45,77 Rp miliar, berada di urutan ke-6 wilayah Pulau Jawa dan peringkat 23 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1,57 Rp miliar. Nilai ini berada 40 persen di atas catatan Provinsi Riau, dengan laju pertumbuhan yang juga sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir Riau.
(Baca: Penduduk Kabupaten Serdang Bedagai Mengeluarkan Rp3.987 per Kapita per Minggu untuk Membeli Ketupat Sayur)
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai sektor ini sebesar 37,01 Rp miliar, berada di urutan ke-2 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 24 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 0,46 persen pada kuartal terakhir, hanya mengalami penambahan nilai sebesar 0,17 Rp miliar. Nilai yang tercatat masih sekitar 14 persen lebih tinggi dibandingkan catatan Riau, namun laju pertumbuhannya jauh lebih lambat dibandingkan performa Riau pada periode yang sama.
Aceh
Aceh mencatat nilai PDRB sektor pengelolaan limbah dan daur ulang sebesar 30,69 Rp miliar, berada di urutan ke-9 di Pulau Sumatera serta peringkat 26 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1,86 Rp miliar. Nilai Aceh sedikit berada di bawah catatan Riau, namun laju pertumbuhan pada kuartal terakhir merupakan yang tertinggi di antara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan.
Papua
Papua mencatat nilai sektor ini sebesar 25,38 Rp miliar, menempati urutan pertama di wilayah Pulau Papua dan peringkat 27 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,14 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1,24 Rp miliar. Nilai yang tercatat di Papua berada sekitar 22 persen di bawah catatan Provinsi Riau pada kuartal I 2026.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara mencatatkan nilai PDRB sektor pengadaan air, pengelolaan sampah dan daur ulang sebesar 23,11 Rp miliar, berada di urutan ke-5 wilayah Pulau Kalimantan serta peringkat 28 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 0,92 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai hanya sebesar 0,21 Rp miliar. Nilai ini menjadi yang terendah di antara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, berada sekitar 29 persen di bawah catatan Riau.