Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe Utara pada tahun 2025 mencapai 234359 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 215315 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, nilai pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 242101 rupiah, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2018.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Kalimantan Timur | 2025)
Pada tahun 2025, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 11,3 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Konawe Utara yang mencapai 2068097 rupiah per bulan. Nilai ini juga setara dengan 25,1 persen dari total pengeluaran kategori makanan secara keseluruhan yang tercatat 932373 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang delapan tahun pengamatan, terjadi pergerakan naik turun dimana pernah terjadi penurunan pada tahun 2021 sebesar 2,8 persen dan penurunan lebih besar pada tahun 2024 sebesar 11,1 persen.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe Utara menempati urutan ketiga untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Urutan pertama dipegang oleh Kota Kendari dengan nilai 258450 rupiah, disusul Kabupaten Kolaka Utara dengan 236970 rupiah. Secara nasional, kabupaten ini menempati peringkat 161 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran yang sama.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 214575 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2025 berada 9,2 persen di atas rata-rata lima tahun terakhir, dan 5,2 persen di atas rata-rata tiga tahun terakhir. Kenaikan pada tahun 2025 mengakhiri penurunan yang terjadi pada tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2024 terjadi penurunan sebesar 11,1 persen yang menjadi penurunan terbesar sepanjang periode data.
Perbandingan Dengan Wilayah Lain Di Sulawesi Tenggara
Kota Kendari sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi justru mengalami penurunan sedikit sebesar 1 persen pada tahun 2025, menjadi satu-satunya wilayah tiga teratas yang mengalami penurunan. Sementara Kabupaten Kolaka Utara di urutan kedua mencatat kenaikan sebesar 4,7 persen, angka pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan capaian Kabupaten Konawe Utara. Di urutan keempat terdapat Kabupaten Kolaka yang mencatat kenaikan sebesar 18 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi di lima wilayah teratas provinsi.
(Baca: Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kota Surakarta Bulan Agustus Naik 0,29%)
Total Pengeluaran Masyarakat
Untuk total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Konawe Utara justru menempati urutan pertama seluruh wilayah di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai 2068097 rupiah per bulan. Wilayah ini berhasil melampaui Kota Kendari yang selama ini menduduki urutan teratas, dimana Kota Kendari mengalami penurunan sebesar 2,8 persen pada tahun yang sama. Pertumbuhan total pengeluaran Kabupaten Konawe Utara tercatat 6,3 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi untuk kategori ini.
Pengeluaran Bukan Makanan
Kategori pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Konawe Utara mencatat pertumbuhan sebesar 7,9 persen pada tahun 2025, dengan nilai mencapai 1135724 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini menempatkan wilayah ini di urutan kedua se-provinsi, hanya tertinggal dari Kota Kendari. Pertumbuhan pada kategori ini menjadi salah satu pendorong utama kenaikan total pengeluaran masyarakat, dimana hampir separuh dari kenaikan total pengeluaran berasal dari kategori bukan makanan.
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe Utara mengalami kenaikan kumulatif sebesar 82,5 persen. Kenaikan terbesar dalam satu tahun terjadi pada tahun 2022 sebesar 26,3 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024, secara umum nilai pengeluaran pada kategori ini selalu berada di atas nilai tahun 2020 pada setiap tahun setelahnya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.