Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di Jawa Barat pada tahun 2025 sebanyak 81.417 unit. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 18,24% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga terlihat lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2022-2024) yang berada di angka 2,82% dan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir (2020-2024) di angka 1,26%.
Jumlah ini menempatkan Jawa Barat pada peringkat ke-2 di Pulau Jawa, setelah Bali. Sedangkan secara nasional, Jawa Barat menempati peringkat ke-3. Kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan mencapai 30,47%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan turun 8,95%.
(Baca: Top 10 Tiktokers dengan Follower Terbanyak 13 Dec 2025)
Secara historis, jumlah tempat tidur hotel nonberbintang di Jawa Barat cenderung fluktuatif. Terjadi kenaikan signifikan dari tahun 2016 ke 2019, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2020-2022, sebelum akhirnya kembali meningkat di tahun 2023-2025.
Kenaikan tertinggi sepanjang periode data historis terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan mencapai 16.804 unit. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan sebesar 5.759 unit. Dibandingkan kondisi 3 tahun terakhir, pertumbuhan tahun 2025 terbilang sangat baik setelah sebelumnya mengalami penurunan.
Terjadi anomali pada tahun 2019 dimana terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 3 tahun sebelumnya (2016-2018) yang hanya 1.041 unit, kenaikan pada tahun 2019 mencapai 16.804 unit, jauh melampaui rata-rata.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ciamis Periode 2004 - 2024)
Bali
Bali menduduki peringkat pertama secara nasional dengan jumlah tempat tidur nonberbintang mencapai 93.435 unit. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 50,21% menunjukkan dinamika positif dalam sektor pariwisata di Bali. Nilai ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Pertumbuhan yang tinggi ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia.
Jawa Timur
Dengan total 83.001 unit, Jawa Timur menempati peringkat kedua secara nasional. Meskipun demikian, terjadi penurunan pertumbuhan turun 3,7%. Penurunan ini perlu diwaspadai dan dievaluasi faktor-faktor penyebabnya, mengingat Jawa Timur memiliki potensi wisata yang besar. Secara nilai, Jawa Timur hanya sedikit di bawah Jawa Barat.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat keempat secara nasional dengan jumlah 53.013 unit. Terjadi penurunan pertumbuhan turun 7%. Penurunan ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik wisata dan fasilitas pendukung di Jawa Tengah. Dibandingkan 3 tahun sebelumnya, rata-rata nilai Jawa Tengah cukup stabil.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati peringkat kelima secara nasional dengan jumlah 38.679 unit. Terjadi penurunan pertumbuhan turun 3%. Penurunan ini menunjukkan perlunya upaya lebih untuk meningkatkan sektor pariwisata di Sumatera Utara. Dengan posisi kelima, Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan.