Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran bukan Mobil dan Sepeda Motor Provinsi Riau pada tahun 2025 mencapai 87.626,13 Rp miliar. Selama 16 tahun pengamatan sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 337,63 persen, atau tumbuh rata-rata 10,34 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 7,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 322.65 Pound (Jumat, 21 Agustus 2026))
Selama seluruh periode tercatat, hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2020 turun 4,22 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 36,76 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 8,46 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 8,81 persen, namun masih tetap berada pada zona pertumbuhan positif.
Selama hampir satu dekade Riau konsisten menempati peringkat 2 terkuat di Pulau Sumatera untuk sektor ini, hingga pada tahun 2025 posisi turun satu tingkat menjadi peringkat 3 di wilayah Sumatera. Secara nasional, peringkat Riau juga mengalami penurunan satu tingkat dari peringkat 8 menjadi peringkat 9 se-Indonesia pada akhir tahun 2025.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 2 wilayah terkuat di Pulau Sumatera untuk sektor perdagangan ini pada tahun 2025, dengan nilai total PDRB mencapai 91.158,74 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,13 persen pada tahun terakhir, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi yang dibandingkan. Nilai ini melampaui capaian Riau sebesar 3.532,61 Rp miliar, dan menempati peringkat 8 secara nasional diatas posisi Riau.
Sumatera Barat
Sumatera Barat tercatat menempati posisi 5 di Pulau Sumatera untuk indikator ini, dengan nilai PDRB tahun 2025 sebesar 53.602,48 Rp miliar. Pertumbuhan tahun terakhir wilayah ini tercatat 7,27 persen, sedikit dibawah capaian pertumbuhan Riau pada periode yang sama. Secara nasional Sumatera Barat berada di peringkat 12, tiga tingkat dibawah posisi Riau tahun 2025.
Lampung
(Baca: Statistik Pengangguran Terbuka Periode 2013-2025)
Lampung menempati posisi 4 di wilayah Pulau Sumatera dengan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 64.149,13 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 11,21 persen pada tahun terakhir, jauh diatas rata-rata pertumbuhan Riau periode yang sama. Secara nasional Lampung menempati peringkat 10, satu tingkat diatas Riau untuk capaian tahun 2025.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua dari seluruh wilayah yang dibandingkan, mencatatkan pertumbuhan 8,51 persen pada tahun 2025. Nilai total PDRB sektor ini di wilayah tersebut mencapai 91.365,97 Rp miliar, menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dan peringkat 7 secara nasional, dua tingkat diatas posisi Riau tahun ini.
Banten
Banten mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 104.543,57 Rp miliar pada tahun 2025, menjadi nilai terbesar dari seluruh provinsi yang dibandingkan. Wilayah ini menempati peringkat 5 di Pulau Jawa dan peringkat 6 secara nasional, tiga tingkat diatas posisi Riau. Pertumbuhan tahun terakhir Banten tercatat 7,66 persen, sedikit diatas capaian pertumbuhan Riau tahun 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,37 persen untuk tahun 2025 dari seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan. Nilai PDRB sektor perdagangan di provinsi ini mencapai 62.817,46 Rp miliar, menempati peringkat pertama di Pulau Kalimantan dan peringkat 11 secara nasional, satu tingkat dibawah posisi Riau pada akhir tahun 2025.