Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Kalimantan Tengah pada kuartal I 2026 mencapai 59,7 Rp miliar. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang catatan historis sejak kuartal I 2010 yang hanya tercatat 12,16 Rp miliar. Selama 16 tahun pencatatan, sektor ini menunjukkan tren naik konsisten dengan total peningkatan mencapai 390,95 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir tercatat 0,77 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 kuartal terakhir yang mencapai 1,34 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Sepanjang data historis, tercatat 56 periode kuartal mengalami kenaikan nilai dan hanya 8 periode yang mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kuartal I 2024 dengan penambahan nilai sebesar 3,49 Rp miliar atau tumbuh 7,34 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sementara penurunan terbesar terjadi pada kuartal I 2011, dimana nilai sektor ini turun sebesar 1,18 Rp miliar atau minus 8,68 persen dari periode sebelumnya.
Untuk posisi peringkat, Kalimantan Tengah secara konsisten menempati urutan ke-4 di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan untuk sektor ini sepanjang seluruh periode pencatatan. Secara nasional, peringkat provinsi ini terus membaik dari posisi 27 pada tahun 2010, hingga saat ini menempati peringkat 20 dari seluruh provinsi di Indonesia. Pada kuartal terakhir tidak terjadi perubahan posisi peringkat baik di tingkat pulau maupun nasional.
Untuk perbandingan dengan provinsi lain secara nasional pada periode yang sama, Kalimantan Tengah mencatat nilai 59,7 Rp miliar. Nilai ini berada di atas DI Yogyakarta yang tercatat 45,77 Rp miliar, Bengkulu 47,6 Rp miliar, Sulawesi Utara 48,08 Rp miliar, dan berada di bawah Maluku 60,89 Rp miliar, Sulawesi Tengah 69,56 Rp miliar serta Sumatera Barat 73,82 Rp miliar. Pertumbuhan Kalimantan Tengah sebesar 1,79 persen lebih tinggi dibandingkan 4 dari 6 provinsi pembanding pada periode sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 17 nasional dan urutan ke-6 di Pulau Sumatera untuk sektor ini pada kuartal I 2026, dengan nilai PDRB tercatat 73,82 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan nilai sebesar 1,61 Rp miliar atau minus 2,13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan penurunan terbesar pada periode tersebut. Meskipun nilai absolut masih lebih tinggi dibanding Kalimantan Tengah, tren pertumbuhan negatif membuat jarak nilai antar kedua provinsi terus mengecil setiap periodenya.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat menempati peringkat 18 nasional dan urutan ke-3 di Pulau Sulawesi, dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 69,56 Rp miliar. Pada kuartal terakhir wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,06 persen dengan penambahan nilai 0,73 Rp miliar dibanding periode sebelumnya. Nilai ini berada 9,83 Rp miliar di atas catatan Kalimantan Tengah pada periode yang sama, dengan pertumbuhan yang sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan Kalimantan Tengah.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Padang Agustus 2026 3,56%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Maluku
Maluku menempati peringkat 19 nasional serta peringkat teratas di wilayahnya, dengan nilai PDRB sektor pengelolaan limbah dan air sebesar 60,89 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,99 Rp miliar atau minus 1,6 persen pada kuartal terakhir. Nilai ini hanya terpaut 1,19 Rp miliar di atas Kalimantan Tengah, dengan tren penurunan membuat kemungkinan pergeseran peringkat dapat terjadi pada kuartal selanjutnya.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati posisi peringkat 21 secara nasional dan urutan ke-4 di Pulau Sulawesi, dengan nilai tercatat 48,08 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,57 Rp miliar atau minus 1,17 persen pada kuartal terakhir. Nilai ini berada 11,62 Rp miliar di bawah catatan Kalimantan Tengah, menjadikan Kalimantan Tengah saat ini memiliki nilai absolut sektor yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah ini.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 22 nasional dan urutan ke-7 di Pulau Sumatera, dengan nilai PDRB sektor ini tercatat 47,6 Rp miliar. Pada kuartal terakhir wilayah ini mengalami penurunan terbesar diantara seluruh wilayah pembanding, yaitu sebesar 2,72 Rp miliar atau minus 5,41 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai ini berada 12,1 Rp miliar di bawah catatan Kalimantan Tengah pada periode kuartal I 2026.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat 23 nasional dan urutan ke-6 di Pulau Jawa, dengan nilai PDRB sektor pengadaan air dan pengelolaan limbah mencapai 45,77 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding yaitu sebesar 3,55 persen dengan penambahan nilai 1,57 Rp miliar pada kuartal terakhir. Meskipun tumbuh tinggi, nilai absolut wilayah ini masih berada 13,93 Rp miliar di bawah catatan Kalimantan Tengah.