Menurut publikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), data per 2025, nilai investasi PMA sektor jasa lainnya jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai US$4,43 miliar. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 98,5% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah DKI Jakarta, wilayah ini mencatatkan hingga US$1,83 miliar. Provinsi ini mencatatkan peningkatan US$317,47 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Siang Hari, Harga CPO Diperdagangkan MYR 4.617 per Ton)
Setelahnya Jawa Barat di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor jasa lainnya di provinsi ini tumbuh -9,64%. Periode yang sama tahun sebelumnya nilai investasi PMA sektor jasa lainnya di provinsi ini tercatat US$1,41 miliar.
Selanjutnya, Kep. Riau dengan nilai investasi PMA sektor jasa lainnya US$593,57 juta (naik 188,11%), nilai investasi PMA sektor jasa lainnya di Bali naik 8,3% menjadi US$307,52 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan nilai investasi PMA sektor jasa lainnya di Sumatera Utara naik 2.396,27% menjadi US$239,92 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uzbekistan 2015 - 2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor jasa lainnya dengan jumlah tertinggi:
- DKI Jakarta US$1,83 miliar
- Jawa Barat US$1,28 miliar
- Kep. Riau US$593,57 juta
- Bali US$307,52 juta
- Sumatera Utara US$239,92 juta
- Banten US$81,99 juta
- Sulawesi Tengah US$35,65 juta
- Jawa Timur US$25,25 juta
- Nusa Tenggara Barat US$21,83 juta
- Jawa Tengah US$19,32 juta